Palembang, newshanter.com – Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Daerah (Setda) provinsi Sumsel Drs Nelson Firdaus, M.M yang mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menerima nasi tumpeng dari acara reuni Akbar “Golden Memory” SGKP, SKKA, SMKK, SMK Negeri 6 Palembang yang dipusatkan di The Sultan Convention Center, Sabtu (30/9/2023).
Dikatakan Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Sumsel Drs Nelson Firdaus, M.M, dimana pada alumni ini ada 400 lebih alumni yang hadir dalam acara reuni Akbar ini dimana dari angkatan tahun 1980 sampai tahun angkatan 2022.
Dimana untuk para alumninya sendiri terdiri dari Sekolah Guru Kepandaian Puteri (SGKP), Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA), SMKK, dan SMK Negeri 6 Palembang. Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berhasil mengumpulkan mereka ini dalam bentuk reuni Akbar.
“Saya salah satu orang yang tidak setuju kalau kita mengadakan reuni ada tempat yang mengatakan saya tidak berhasil saya malu datang kemari, itu merupakan suatu hal yang salah,” ujarnya.
Kemudian, dimana saya mengajak untuk hadirlah didalam acara-acara seperti ini, karena dengan kita hadir, kita akan menerima informasi yang bisa kita dapatkan, serta koneksi yang kita jalin selama ini akan membawa keberkahan bagi diri kita jika hadir pada setiap reunian ini.
Dengan adanya pertemuan-pertemuan seperti ini, saya yakin dan percaya insya teman-teman yang sudah berhasil, dan yang punya banyak kesempatan, akan mengajak kita untuk bergabung.
“Dimana salah satu alumni yang datang ini memiliki banyak sekali usaha yang dijalani, saya kira beliau membutuhkan, yang membutuhkan juga tenaga kerja,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, dan atas dasar pertemuan kita ini, saya yakin serta percaya, kalau kita punya kesempatan, apalagi punya kompetensi, dan punya yang lainnya, mungkin bisa bergabung. Atau mungkin teman-teman lain yang hadir disini yang sudah berhasil, jadi jangan kita merasa minder atau merasa malu, karena itulah setiap pertemuan-pertemuan seperti ini.
Mungkin saya juga mengajak didalam setiap pertemuan-pertemuan seperti ini, jangan hanya untuk kita bergembira semata, tapi kita jadikan juga ini merupakan ajang sosial kita untuk berbagi.
“Jadi mungkin kita bentuk nanti kita adakan bakti-bakti sosial untuk kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Dan ini saya bilang sangat luar biasa, dimana para guru-gurunya masih bisa menyempatkan hadir untuk kegiatan reuni Akbar ini,” katanya.
Menurut Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Palembang Seriyani, S.Pd, ini adalah suatu acara atau kegiatan yang memang dirancang yang tujuannya tidak lain adalah untuk bersilaturahim, dan tentunya kita akan meningkatkan nama baik SMK Negeri 6 Palembang.
Kedepan tentunya seluruh alumni ini bisa berkontribusi untuk mensukseskan kegiatan-kegiatan yang ada di SMK Negeri 6 Palembang.
“Dimana yang hadir disini merupakan alumni berbagai tahun angkatan, yang mana mereka ini ternyata semuanya mayoritas menjadi pengusaha,” ucapnya.
Masih dilanjutkannya, selain itu ada juga yang berwiraswasta sendiri dan bahkan sudah banyak yang menciptakan lapangan pekerjaan. Setelah ini kita akan membentuk Ikatan Alumni yang nantinya kedepan mereka bisa berkontribusi.
Baik sebagai guru tamu di SMK Negeri 6 Palembang, dan mereka juga tentunya bisa merekrut adik-adiknya yang sekarang sedang belajar.
“Terkait dengan image banyak yang nganggur dari SMK, sebetulnya itu hanya karena belum terdata saja, buktinya salah satunya di SMK Negeri 6 Palembang sendiri,” imbuhnya.
Masih diungkapkannya, setelah kami lihat profile masing-masing dari alumni ini, rata-rata memang mereka sebagai wirausaha itu mayoritasnya sebagai wirausaha.
Karena memang dari sekolah mereka juga dididik mindsetnya untuk berwirausaha. Jadi insya Allah penyebab pengangguran SMK sebagai penyumbang pengangguran itu merupakan data saja.
“Dimana itu merupakan data saja menurut saya, kalau misalkan nanti BKK nya sudah betul-betul bekerja 100 persen, insya Allah itu menjadi hilang,” bebernya.
Masih disampaikannya, bisa saja data pengangguran yang wirausaha itu dianggap tidak bekerja itu bisa menjadi kemungkinan, karena mungkin belum terdata, karena juga alumni ini sudah ada dimana-mana.
Jadi kita juga sekarang sedang mengemas bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan informasi yang akurat terhadap para alumni-alumni ini.
“Dari 400 alumni ini sebenarnya masih banyak banget, ini hanya kita kerjakan hanya dalam waktu 2 bulan, inilah yang bisa kita garap terlebih dahulu, dan ini merupakan yang perdana,” jelasnya.(ton)





