Mobil Panther Yang Terjun Ke Sungai PLTA Agam Berhasil Diangkat. Dua Penumpang belum ditemukan

Evakuasi bangkai mobil menggunakan alat berat, Sabtu (18/06/2016) (Arya Irfanus/KLIKPOSITIF)

SUMBAR.Newshanter.com – Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya bangkai mobil Isuzu Panther berhasil dievakuasi ke Jalan Bukittinggi-Payakumbuh kawasan PLTA Agam, perbatasan Agam-Limapuluh Kota sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu 18 Juni 2016.

Dari dalam mobil itu, tidak ditemukan adanya korban. Padahal saat peristiwa itu terjadi, diduga mobil ini ditumpangi oleh tiga orang, satu diantaranya telah ditemukan dan dua lagi masih dicari Yakni Yosep dan Wahyu.Wahyu Indriato merupakan anggota Dit Shabara Polda Sumbar

Bacaan Lainnya

Awalnya, proses evakuasi pengangkatan bangkai mobil ini dilakukan oleh dua mobil derek milik Dinas PU Payakumbuh, yang kemudian dibantu dengan dua mobil offroad. Namun jurang terjal yang tinggi, dengan ketinggian sekitar 30 meter, diperparah arus sungai yang deras membuat proses evakuasi bangkai mobil itu selalu terhambat.

Namun dengan dikerahkannya dua alat berat untuk membantu evakuasi itu, akhirnya bangkai mobil bisa diangkat.
Kecelakaan lalu lintas ini terjadi pada hari Jum’at 17 Juni 2016 sekitar pukul 13.00 WIB di jalan umum Bukittinggi–Payakumbuh, Kilometer 21 dekat PLTA Baso Jorong Titih Nagari Padang Tarok Kecamatan Baso Kabupaten Agam-Sumbar.

Keluarga Korban Pasrah

Sebelumnya diantaranya banyak warga yang memadati bibir jalan Bukittinggi-Payakumbuh di kawasan PLTA Agam, perbatasan Agam-50 Kota, ternyata ada sejumlah keluarga korban yang ikut memantau upaya pencarian itu.

Salah seorang anggota keluarga korban itu adalah Chandra, kakak sepupu korban bernama Yosep Permando warga Pekanbaru-Riau, yang masih dinyatakan hilang dan masih dicari Tim SAR.Menurut Chandra, adik sepupunya bernama Yosep itu masih berumur 27 tahun dan sudah dua tahun bekerja sebagai sopir di PT Anvatage. Semenjak dua tahun itu, Yosep jadi jarang pulang kampung.

“Saat kejadian, tidak ada firasat apapun yang kami rasakan. Kami tahunya kejadian ini setelah ditelpon pihak perusahaan pada Jumat malam tadi. Setelah mendapat telepon itu, saya bersama Riki yang juga masih sepupu Yosep, serta teman satu lagi yang bawa mobil langsung berangkat dari Pekanbaru. Kami baru sampai di lokasi kejadian ini sekitar pukul 03.00 WIB subuh tadi,” ungkap Chandra, Sabtu 18 Juni 2016.

Chandra berharap, anak nomor dua dari tiga bersaudara ini segera di temukan. Ia juga mengaku ikhlas kalau seandainya hal terburuk terjadi pada Yosep.

Keluarga Wahyu dari Muko-muko

Sementara itu kaluargha Wahyu Indriato merupakan anggota Dit Shabara Polda Sumbar, yang diduga ikut menjadi korban tragedi Isuzu Panther dari Muko-muko Bengkulu juga hadir di sana.

“Kami dapat kabar berita duka ini pada Jumat sore. Tak lama setelah itu kami berangkat dari Muko-muko untuk melihat langsung apa yang terjadi pada anak kami. Wahyu baru dinas empat bulan di Polda Sumbar,” jelas Anto, orangtua korban.

Kecelakaan ini terjadi antara sepeda motor Honda Beat tanpa TNKB yang dikendarai oleh Andesmar (52 ) warga Jorong Baso Nagari Tabek Panjang Kecamatan Baso yang datang dari arah Payakumbuh menuju Bukittinggi. Setiba di tempat kejadian perkara bertabrakan dengan Mobil Panther BA 1073 QB dari arah berlawanan.

Akibat kejadian tersebut mobil Panther beserta sopir dan penumpang diduga sebanyak tiga orang, terjun ke dasar jurang, lalu nyemplung dan hilang dalam sungai. Sedangkan Pengendara sepeda motor atas nama Andesmar mengalami patah kaki kanan, jidat luka robek dan luka lebam pada dada yang kemudian dilarikan ke RSAM Bukittinggi untuk perawatan lebih lanjut.(KP/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *