Harga Sewa Lumayan Mahal, Pasar Modren Sepi

Walikota Palembang Harnojoyo dan Kapolda Sumsel Irjen, Pol. Joko Prastowo Mengunting tanda direskimanya pasar mandiri

Palembang.Newshanter.com,-Keinginan Pemerintah kota Palembang (Pemkot), mewujudkan pasar tradisional modren yang nyaman dan bersih masih taraf percobaan antara nilai harga kebutuhan pokok untuk konsumen dan sewa tohoh pertahun yang belum terjangkau di kalangan pedagang.

Hal ini langsung diungkapkan Walikota Palembang H. Harnojoyo bahwa untuk mewujudkan pasar yang nyaman dan bersih ini haruslah dimulai secara perlahan-lahan. Seperti pasar 10 Ulu dan pasar Mandiri yang sudah diresmikan, merupakan langkah awal Pemerintah untuk memanjakan masyarakat untuk berbelanja.

Bacaan Lainnya

“Kedepan nanti kita akan merencanakan pasar 26 ilir, ya dalam waktu tahun inilah. Pasar yang dikelolah Pemkot Palembang ada di Palembang ini ada ada 36 dan swasta ada 15 pasar,”kata Harnojoyo Sabtu (18/06/2016) usai meresmikan pasar Mandiri Modren yang berlokasi di Jalan Siaran RT 055 RT 014 Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang. Peresmian ditandai penguntingan pita oleh Kapolda Sumsel Irjen, Pol. Joko Prastowo dan Walikota Palembang Harnojoyo.

Direktur Utama PD. Palembang Jaya, Drs. H. Asnawi, P. Ratu, MM. menyampaikan, Pasar Sako Mandiri dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk kemudahan transaksi lewat ATM.
Selain itu dilengkapi dengan Fasilitas lainnya, seperti dok untuk Lift barang hingga lantai II dan fasilitas lainnya. ” Ada juga mesin genset jika listrik padam, Jadi tidak usah khawatir jika listriknya padam,” ujarnya.

Asnawi menuturkan, pasar Sako Mandiri memiliki lapak lebih kurang 500 (lima ratus) lapak. Kios sebanyak dua ratus kios. Sedangkan bagi para pedangang yang menepati lapak tersebut dengan sistim sewa pertahun.

“Harapan kami para Penjual dan pembeli merasa aman dan nyaman, karena fasilitas yang dimiliki pasar Sako Mandiri selayaknya tempat rekreasi agar tercipta rasa nyaman bagi para penjual ataupun pembeli, sehingga apabila pengunjung pasar semakin banyak maka PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga meningkat”, ungkap Asnawi..

Sedangkan, manajemen Pasar Mandiri Syarifudin menambahkam luas pasar ini 3000 M persegi dengan 3 lantai terdiri 200 kios, ini adalah salah satu trobosan Pemerintah guna menertibkan pedagang agar bisa menjual hasil dagangannya lebih tertib.

“Kita optimis agar pedagang bisa tertib dan konsumen nyaman dalam berbelanja. Ada anggapan bahwa belanja di sini sepi karena mahal, setelah dikunjungi ternyata sama saja harga yang tawarkan dengan diluar,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk harga lapak disini sekitar 5-6 juta dan harga kios sekitar 16-18 juta pertahun. Masalah yang ada dipasar modren ini mungkin masih sepi karena masih ada pedagang yang berjualan diluar. “Namun untuk keunggulan yang ditawarkan pasar ini bersih dan nyaman untuk dikunjungi tentunya. Saya optimis meski baru 70 persen pedagang yang ada pasti akan tercapai 100 persen penuh,” kantanya

Di tempat yang sama laila (49) penjual sayur di lapak ini mengatakan jika dalam beberapa pekan ini ia belum mendapatkan keuntungan dan tidak seimbang dengan harga sewa lapak ini.

“Ya mudah-mudahan bisa kembali modal, itu yang saya harapkan,” tutupnya.(tommy)

ps1

ps3

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *