Banyuasin, Newshnter,com- Masyarakat Desa Meranti Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin mendesak DPRD Banyuasin merekomendasikan kepada Bupati Banyuasin agar Imam Santoso di pecat sebagai Kepala Desa. Aspirasi ini disampaikan Anggota BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Desa Meranti kepada Komisi I DPRD Banyuasin, Selasa (21/2/2017).
Alasan mereka karena Kades diduga telah berbuat zinah dan selingkuh dengan istri Kadus IV desa tersebut, dengan ditangkap tangan oleh petugas linmas beberapa waktu lalu,sehingga tidak pantas dijadikan pemimpin ataupun contoh di desa tersebut.
Dan jika desakan ini tidak di gubris, masyarakat mengancam akan melakukan aksi demontrasi besar-besaran di Gedung DPRD dan Pemkab Banyuasin.
Dimana pertemuan ini di pimpin oleh Ilham Hadi SHut, Jupriyadi dan Ahmad Zarkasi dan juga dihadiri Inspektur Subagio, Kabid Pemdes PMPD Joni Gunawan dan Camat Suak Tapeh Haris Bahari. “Kami malu di pimpin Kades selingkuhi istri orang, ini tidak patut dijadikan contoh,”kata tokoh agama Rusli.
Atas perbuatannya tegas Rusli, tentu saja sudah melanggar norma agama dan sosial. “Semua kegiatan di desa Meranti,Kades tidak dilibatkan lagi, “katanya.
Oleh karena itu terangnya, masyarakat minta DPRD dan Bupati Banyuasin memecat Imam Santoso sebagai Kades Meranti. “Suasana tidak akan pernah kondusif jika Imam Santoso ini masih jadi kades,”katanya.
Dan diketahui terang Subari warga lainnya, untuk kegiatan yasinan saja Kades ini tidak pernah lagi diajak warga. “Kalau acara yasinan,idak pernah kami undang. Malu kami ado kades macam ini. Tuntutan kami Minta berhentikan,”katanya.
Kemudian tokoh muda Ali Barkah menilai tidak masuk akal sekali jika Kades Imam Santoso ini masih menjadi Kades, sedangkan dia sudah ditangkap karena asusila. ” Rasanya tidak masuk akal, kami tidak suka. Kami minta cepat di berhentikan,”katanya.
Sekretaria BPD Imam menegaskan bahwa sudah ada 1050 jiwa penduduk Desa Meranti menghendaki Kades Imam Santoso dipecat. ” Jumlah tandatangan 1050 jiwa. Inginkan kades Meranti diganti. Kami tunggu tanggal 25 Februari jika tidak ada keputusan Masyarakat akan unjuk rasa. Nginap di dprd,”tegasnya.
Camat Suak Tapeh Haris Bahari mengatakan persoalan ini sudah beberapa kali di mediasi namun selalu tidak ada jalan keluar. “Kita sudah berapa kali mediasi tapi selalu buntuh,BPD bersama masyarakat tetap ingin Kades di pecat,”ujarnya.
sedangkan Kepala Desa Meranti Imam Santoso saat diwawancarai Koran ini usai pemanggilan oleh Komisi I DPRD , menyanggah telah selingkuh dengan istri Kadus Taman Ria, dibatah olehnya dia malah balik menuding bahwa ini sekenario untuk mencemarkan nama baik dan menjatuhkan dirinya.
“Ini tidak benar,bohong semua,ini ada unsur politiknya,”kata Imam Santoso saat di panggil Komisi I DPRD Banyuasin dengan dihadiri Inspektur, PMD dan Camat Suak Tapeh,Selasa (21/2/2017).
“Masyarakat tidak ada yang resah dan tidak ada ribut-ribut, yang ribut itu cuma beberapa orang saja, termasuk yang hadir di Komisi I hari ini, karena diantara mereka ada tiga calon kades yang kalah,ini ada unsur politiknya,”kata Imam lagi.
Dan perlu diketahui tegas Imam, Kadus IV Taman Ria yang istrinya Suhana dituding selikuh dengan dirinya saja tidak melaporkan kasus ini ke Pihak yang berwajib.
“Saya temui suami korban pak Taman Ria, kalau kau yakin aku selingkuh laporkan aku ke polisi. Tapi dio tidak sanggup mako idak nuntut secara pidana dan perdata,”kata Imam menyakinkan.
Ketika ditanya soal surat pengunduran diri? Terang Imam Santoso bahwa dirinya dalam kondisi dibawah tekanan sehingga harus menandatangani surat tersebut. “Dibawah tekanan,mereka datang ke rumah dan disuruh mengunduran diri. Surat sudah mereka buat dan Saya cuma diminta tandatangan. Ketua adat yang bawa surat pengunduran ini,”katanya.
Ketika ditanya oleh anggota Komisi I Ilham Hadi bahwa menurut BPD tadi seluruh masyarakat minta kades mundur. Dibamtah oleh Imam bahwa tidak sedemikian kondisinya. “Kalau seluruh masyarakat minta saya mundur itu tidak mungkin,soalnya saya bermasyarakat. Tapi yang jelas, yang datang inilah minta saya mundur,”katanya.
Ketika disampaikan ada 1050 warga yang tandatangan minta Kades Mundur. “Saya cek kemasyarakat mereka bilang tidak seperti itu, memang ada rt minta tandatangan dengan alasan untuk beras raskin, jadi kalau dikatakan 1050 warga sudah tandatangan itu rekayasa mereka,”katanya.
Imam juga membantah jika dirinya di tangkap linmas di rumah kadus IV. “Ini semua ngak benar,saya tidak pernah ditangkap linmas,”tandasnya..(Heri)





