Palembang, newshanter.com – Telah terjadi kebakaran tepatnya di simpang bombat jalan musi raya timur sekitar pukul jam 12.00 siang kemarin, Rabu (26/01/2022). Kebakaran menghanguskan 6 tempat usaha yakni, 3 konter hp, 1 warung makan, 1 jualan baju bekas (beje), dan 1 makanan pangan.
Kronologis kebakaran terjadi diduga dari korsleting listrik yang berada di rumah makan, dan terdapat 1 korban luka bakar.
Fitrianti Agustinda Wakil Walikota Palembang mengunjungi tempat terjadinya kebakaran, ia mengatakan kami mengunjungi warga yang mengalami musibah kebakaran.
“Hari ini kami mengunjungi warga kita yang mengalami kebakaran, dapat informasi jam 12 siang terjadi kebakaran, dari informasi kebakaran mereka semua ini menyewa tempat usaha,” bebernya saat di wawancara tempat terjadinya kebakaran, Kamis (27/01/2022).
Lanjut Fitri mengatakan, belum tau penyebab yang pasti saat terjadinya kebakaran. Yang pasti kawan-kawan dari dinas kebakaran sudah semaksimal mungkin untuk memadamkannya. Dalam kurun waktu 2022 hampir setiap bulan terjadi kebakaran.
“2 bulan minggu sekali ada informasi musibah kebakaran. Kami memberj perhatian dari masyarakat untuk betul-betul waspada, saat meninggalkan tempat rumah, usaha dan lain-lain dipastikan tidak ada lagi listrik, kompor yang masih hidup agar tidak ada lagi musibah kebakaran,” ujarnya.
Penyebab kebakaran masih kita tanyakan, dalam penyelidikan kepolisian. Ada 1 korban luka bakar.
“Kita akan terus pantau kesehatannya kita juga memberi bantuan ala kadarnya ke korban yang terkena musibah kebakaran. Kita berharap semoga korban diberi ketabahan kesabaran. Pemerintah kota Palembang tidak akan membiarkan warganya musibah ini sendirian kita akan bersama-sama apa yg terbaik untuk msyrkat kota palembang,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu korban yang bernama Totok (42) mengatakan, ada 6 korban semuanya tempat usaha. Kerugian kira-kira 50 juta. Semuanya hangus tidak ada yang tersisa.
“Kami semua para korban sudah sepakat kalau bisa kios ini berdiri kembali, dan meminta kepada pemerintah kota Palembang jangan terlalu lama didiamkan kasian sama kami yang penghasilan dari sana,”tutupnya. (Wid)





