Bukittinggi, newshanter.com – Wakil Presiden RI, launching Gerakan Nasional (GerNas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Sumatra Barat. Launching dilaksanakan di Pelataran Taman Jam Gadang, Selasa (12/04/2022).
Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, menyampaikan, Gerakan Nasional BBI, diluncurkan Presiden Joko Widodo tahun 2021. Ini tentunya menjadi salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi Indonesia. Bagaimana membangkitkan UMKM di seluruh Indonesia sehingga berdampak pada pemulihan pertumbuhan ekonomi.
“Kita bersama sama menegaskan GerNas BBI dilaksanakan di setiap daerah. Tidak ada alasan untuk tidak bangga pada produk kita. Contoh Jam Gadang yang merupakan karya orang Koto Gadang. Ini salah satu bukti bahwa produk lokal bisa berbicara dan bersaing di tingkat dunia,” ujar Wapres.
Ma’ruf Amin mengakui, sejak dulu Sumbar dikenal sebagai sentral UMKM. 89% perekonomian Sumbar ditopang 600 ribuan unit UMKM. Kedepan harus diupayakan bagaimana produk UMKM lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Ini saatnya kita mulai dengan diri kita sendiri. Dengan cara ini produk UMKM akan semakin naik kelas dan berjaya mengatasi berbagai kendala ekonomi di negara kita,” ujar Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas ditunjuknya Sumatra Barat, sebagai lokasi launching GerNas BBI. Covid 19 memang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi sangat berdampak pada sektor perekonomian.
“Sektor ekonomi mengalami penurunan dan untuk melindungi mempertahankan serta meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, tentunya butuh program pemulihan ekonomi nasional atau program daerah di Sumatera Barat, Salah satunya dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Dimana untuk Provinsi Sumatra Barat, kita angkat tema Maju Berkah Basamo UMKM Sumbar,” ungkap Mahyeldi.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, menjelaskan, OJK mendukung produk Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ruang pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat dimaksimalkan melalui UMKM.
“Semoga gerakan ini dapat menggerakkan ekonomi di Sumbar. Semua harus semangat untuk pulih lebih cepat. Perekonomian Indonesia 54% didukung pengeluaran para pengunjung,” ungkapnya.
Saat ini OJK telah membentuk e-commerce sosial yang nantinya akan terus dikembangkan. Kemudian juga akan ada kampus e-commerce, agar para pelaku UMKM dapat mempelajari bagaimana memasarkan produk secara digital.(A/M)





