Bukittinggi, newshanter.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menjadikan kota tersebut sebagai daerah khusus atau daerah istimewa. Dukungan ini disampaikan saat kunjungannya ke UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam rangka peresmian penamaan gedung serta menghadiri prosesi wisuda, Rabu (15/4/2026).
Dalam agenda tersebut, nama Soekarno M. Noer resmi diabadikan sebagai salah satu gedung kampus. Rektor UIN, Silfia Hanani, menyampaikan bahwa penamaan ini menjadi simbol komitmen kampus dalam menghargai dan melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh di berbagai bidang.
Dalam orasi ilmiahnya, Rano Karno menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk berkontribusi bagi bangsa. Ia menekankan pentingnya integritas dan kepedulian sosial dalam menghadapi tantangan Indonesia ke depan.
“Negara ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga pribadi yang berhati bersih dan berjuang untuk mengentaskan kemiskinan. Indonesia memanggil dengan keadaan nyata, bukan sekadar suara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rano Karno juga menyoroti posisi strategis Bukittinggi sebagai kota bersejarah yang memiliki nilai perjuangan tinggi. Menurutnya, Bukittinggi bukan sekadar wilayah administratif, tetapi juga ruang batin bangsa yang sarat dengan sejarah dan gagasan besar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa upaya menjadikan Bukittinggi sebagai daerah khusus terus diperjuangkan melalui berbagai komunikasi lintas pemerintahan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan. Sebagai bagian dari branding, Bukittinggi kini juga dikenal sebagai Kota Perjuangan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bukittinggi sendiri terus menggalang dukungan dan memperkuat argumentasi historis serta strategis guna mewujudkan status daerah khusus atau istimewa bagi kota tersebut. (A/M)





