Tiga Wartawan Media Online Ditembak orang tak Dikenal di Medan

Tiga Wartawan Korba Penembalkan tengah dirawat di rush sakit/ Foto OKZ

MEDAN Newshanter.com- Tiga wartawan media online lokal di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Nicolas Saragih (24), Fahrizal (25), dan Arif Tanjung ditembak saat melakukan peliputan di kawasan Kampung Kubur atau Kampung Narkoba, Jalan Zainul Arifin, Minggu (29/11/2015) pagi.

Berdasarkan pengakuan korban, Nicolas Saragih mengatakan, pelaku penembakan dirinya dan rekannya itu berjumlah dua orang laki-laki hingga mengenai kening dan pipi sebelah kanannya.“Datang dua orang laki-laki dan langsung menembak kami,” ujar Nico kepada wartawan, Minggu (29/11/2015).

Bacaan Lainnya

Kami sudah mengaku wartawan, saat warga memukuli kami, mereka pun tetap memukuli,” sambungnya.
Nicolas mengatakan ia dan temannya ditembak dari jarak dekat. Pelaku hanya berjarak 3 meter dari korban. Pelaku sendiri adalah pria yang mengenakan kaos putih.

Ia menembak kening dan pipi sebelah kanan Nico. Sementara Arifin mengalami luka tembak di dagu. Sedangkan Fahrizal terkena luka tembak di leher.Usai penembakan, sebagian warga langsung membawa dirinya dan dua rekannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah di rumah sakit, Nicolas masih bisa menceritakan kronologi peluru mencanap di keningnya. Ia mengatakan, peristiwa berawal saat ia dan rekannya duduk di depan Mapolsek Medan Baru.Lalu, tiba-tiba datang sejumlah laki-laki melapor ke Mapolsek Medan Baru, bahwa mereka telah menjadi korban begal di Kampung Kubur. Daerah yang dikenal sebagai Kampung Narkoba.

Mengetahui adanya laporan tersebut, Nicolas bersama delapan wartawan lainnya berangkat ke lokasi untuk melakukan peliputan. Mereka ke sana bersama polisi yang akan melakukan penyelidikan.

“Sewaktu sampai di kawasan kuil dekat Kampung Kubur, kami melihat ada laki-laki sedang mendorong sepeda motor. Sewaktu kami dekati, laki-laki itu langsung mencampakkan sepeda motor dan lari ke dalam kawasan Kampung Kubur. Karena curiga lalu kami kejar ke sana, sampai kami terpisah dari polisi,” ujar Nicolas.

Setelah masuk ke kawasan Kampung Kubur, ternyata di area tersebut warga sudah berkerumun. Ketiga wartawan yang terpisah dari petugas itu justru diteriaki maling oleh warga. Salah seorang warga kemudian mengeluarkan senjata api dan menembak ketiganya.

“Kami ditembak dari jarak tiga meter. Aku sudah coba mengelak dari tembakkan, tapi tetap kena,” tutur Nicolas.

Dalam kondisi kesakitan, Nicolas bersama kedua rekannya kemudian kabur. ‎Mereka kembali bertemu wartawan lainnya yang berangkat dari Polsek Medan Baru.

“Untung kami ketemu dengan kawan-kawan yang lain. Kami lalu dilarikan ke Polsek Medan Baru untuk membuat laporan, lalu selanjutnya ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan dan visum. Sekarang sudah membaik, tinggal mengeluarkan proyektil pelurunya saja,” ucap Nicolas.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf menyebutkan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus penembakkan ini.Kawasan Kampung Kubur sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi peredaran narkoba dan pusat perjudian di Kota Medan. Permukiman padat di tepi Sungai Deli ini pun kerap digerebek.

Sejumlah pengedar narkoba dan pelaku judi kerap ditangkap di sana. Namun aktivitas ilegal di situ terus berlangsung.”Masih kami cari tahu siapa pelaku penembakan tersebut. Tersangka bisa dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya 10 tahun penjara,” tuturnya.(OKZ/NHO)
(abp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *