Fahrizal Mengaku empat kali Ditembak

Fahrizal tengah dirawat di rumah Sakit/ foto Tribun Medan

MEDAN -Newshanter.com.-Tiga wartawan dikeroyok dan diberondong tembakan oleh warga Kampungkubur, di Jalan Jainul Arifin, Minggu (29/11/2015).Salah satu korban Fahrizal Abdillah dan dua rekan seprofesinya mengalami luka di bagian kepala, leher dan dada akibat ditembak air gun. Fahrizal yang ditemui di rumah sakit mengatakan, pria berkulit hitam yang melakukan penembakan tersebut gunakan kaos putih serta topi hitam.

“Pelakunya berkulit hitam, badannya kurus, tingginya 160-an, mengenakan kaos putih dan topi. Waktu sedang dikeroyok saya ditembak empat kali dibagian kepala tapi karena pakai helm jadi cuma satu peluru dibagian leher,” ujarnya di UGD Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Minggu (29/11/2015).

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, usai mendapat tembakan di leher, langsung berupaya ambil peluru besi bulat.Peluru itu sudah diberikan kepada polisi saat membuat laporan di Polsek Medan Baru.

“Waktu itu tim dibagi, ada ke arah Sun Plaza, adapulan Swiss Belhotel. Jadi kami dikeroyok dan ditembak, kawan-kawan banyak yang belum tahu. Kami memang melihat terduga pelaku mendorong sepeda motor ke arah Kampungkubur,” katanya.

Ia mengaku, sangat mengenali wajah penembak itu. Oleh sebab itu, dia berharap polisi segera menangkap penembak. Sehingga, peristiwa serupa enggak terulang kembali.

Sebelumnya diketahui, tiga wartawan media online di Kota Medan, Nicolas Saragih, Arifin dan Fahrizal, ditembak pria berkulit hitam saat meliput penggerebekan terduga pelaku begal di Kampungkubur, Jalan Zainul Arifin, Minggu (29/11/2015), sekitar pukul 05.30 WIB.

Kini, ketiga wartawan itu sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara.

Tim dokter sedang melakukan tindakan medis karena peluru air gun masih tertinggal di dalam tubuh. Sementara itu satu pelaku penembakan berhasil ditankap polisi.(Tribunmedan/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *