LAHAT –Newshanter.com,- Masih buntut dari musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini, hingga pertengahan September, terdata sudah sekitar 200 hektar (Ha) lahan perkebunan, hutan dan juga belukar yang ada di wilayah kabupaten Lahat sudah hangus terbakar api, baik dengan faktor kelalaian manusia sendiri, hingga kesengajaan yang ada. Data ini sendiri dihimpun dari pantauan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat, hingga Minggu (13/09/2015).
Hal ini seperti dikemukakan Kepala BPBD Lahat, Ismail Hasan saat diwawancarai awak media belum lama ini. menurutnya, lahan perkebunan, hutan atau belukar yang diketahui sudah hangus ini tersebar di sepanjang jalur lintas Lahat – Pagaralam, atau di Kecamatan Gumay Ulu, Kikim area, Merapi, Pulau Pinang, atau bahkan di wilayah Kecamatan Kota Lahat sendiri.
“Semak belukar, sepanjang aliran sungai, lahan kosong, hingga terakhir saat ini juga sudah merambah ke kebun-kebun warga, serta sempat sampai membahayakan pemukiman sekalipun. Hal ini sungguh sudah sangat mengkhawatirkan adanya, dan menuntut kami untuk terus waspada,” tukas Ismail.
Untuk penyebab kebakaran ini sendiri, Ismali menambahkan, kepastiannya memang tak bisa dipastikan, karena prosesnya tak ada yang melihat, melainkan tiba-tiba saja api sudah membesar dan membakar lahan-lahan itu. Kemungkinannya, kelalaian atau kesengajaan warga yang membuang puntung rokok sembarang, kesengajaan didalam hal membuka lahan pertanian baru, atau hal lainnya.
“Sampai semalam, masih saja terdapat dan bisa didapati puluhan titik api yang tersebar disepanjang Lahat – Pagaralam dan lainnya, dan saat ini petugas pengendali kebakaran pun selalu kita standby kan, kapanpun dibutuhkan, siap berangkat,” beber Ismail lagi.
Nah, kedepannya, guna mengatasi dan mengantisipasi bahaya kebakaran lahan dan hutan ini sendiri, direncanakan Pemkab Lahat sendiri, bekerjasama dengan pihak lain, seperti Polres dan juga Kodim 0405 Lahat membentuk tim koordinasi lintas sektoral, guna memantau, serta secepatnya memberikan informasi dan penanggulangannya ke lokasi berbahaya.
“Kita akan terus sebarkan informan atau tim pantau kelapangannya. Jadi, setiap saat diketahui adanya kebakaran, petugaspun akan lebih mudah dalam hal mengupayakan pengantisipasiannya atau kerjasama dibidang lainnya,” tegas Ismail lagi.(Ganda)





