Gagal Menodong di Air Mancur, Joko Babak Belur di Hajar Massa

ilutrasi

PALEMBANG –Newhanter.com- Setelah gagal menjalankan menodong warga di seputar air mancur di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Sabtu (12/09/2015) , Joko Priyanto (19) menjadi bulan-bulan warga.

Karena tersangka warga Jalan Kemang Lorong Beguyur RT 39 Kelurahan Kertapati Kecamatan Kertapati Palembang itu sempat menodongkan senjata api rakitan (senpi) kepada warga, sehungga massa menghajar joko hingga sampai babak belur.

Bahkan, saat akan diamankan petugas ke Polsekta IT I Palembang, tersangka yang sehari-sehari bekerja sebagai buruh bangunan ini sempat berusaha kabur. Sehingga, petugas yang tak mau kehilangan buruanpun akhirnya melumpuhkannya dengan sebutir timah panas yang bersarang di betis kaki kirinya.

Menurut keterangan tersangka saat diamankan di Polsekta IT I Palembang, ia menjalankan aksi tersebut tidak sendirian melainkan bersama dua rekannya, Anton dan Edi yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah berhasil kabur saat mendengar teriakan korbannya.

“Kami bertiga dan saya bertugas menarik tas korban sedangkan, Anton yang menodongkan senpi itu dan Edy bertugas mengawasi,” jelasnya, Minggu (13/09/2015).

Sebelum kejadian berlangsung, dikatakan tersangka, awalnya ia dan kedua rekannya sengaja mendatangi lokasi kejadian untuk mencari mangsanya. Melihat korban tengah melintas dan berhenti di BAM bersama teman-temannya, Anton langsung mendekati dan menodongkan senpi ke arah korban.

“Korban yang yang ketakutan saat membawa tas itu langsung saya ambil tasnya. Namun, korban berteriak sehingga warga sekitar mendatangi ke sana, kedua teman saya langsung kabur dan saya tertangkap dan dihajar massa di sana,” terangnya.

Diakui tersangka Joko, dirinya baru pertama kali menjalankan aksi penodongan tersebut. Hal itu juga dilakukan setelah diajak oleh Anton yang sebelumnya sudah sering melakukan tindak kriminalitas tersebut.

“Senpi itu bukan milik saya tapi milik Anton yang dilempar saat dia kabur. Saya hanya membawa pisau kecil tapi tidak saya keluarkan,” ungkapnya.

Kapolsekta IT I Palembang, AKP Zulkarnain didampingi Kanit Reskrim, Ipda Alkap menjelaskan, tersangka Joko ini berhasil diamankan setelah mendapat laporan dari masyarakat jika di lokasi kejadian telah terjadi aksi penodongan tersebut. Petugas yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi.

“Pas kita datang untuk mengamankannya, tersangka malah berusaha kabur. Dan kita yang tidak mau kehilangan buruan, akhirnya melumpuhkannya,” jelasnya.

Dari penangkapan tersangka, dikatakan Zulkarnain, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa senpi rakitan bersama satu amunisi milik tersangka dan tas sandang warna merah jambu milik korban yang berisi tonsel dan tas yang berisi uang senilai Rp100 ribu.

“Untuk kedua rekannya kini menjadi DPO oleh petugas dan aksi yang dijalankan tersangka memang sudah direncanakan terlebih dahulu. Akibat ulahnya, tersangka Joko akan dijerat Pasal 365 KUHP,” pungkasnya.(SP/NHo).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *