Bukittinggi, newshanter.com – Kegiatan reses perorangan masa sidang II tahun 2025/2026 yang dilaksanakan oleh Hj. Elfianis berlangsung di Kelurahan Campago Ipuh, tepatnya di RT 02 RW 04 Jangkak, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi terkait, di antaranya Dinas Perkim, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, PDAM, Camat MKS, Lurah Campago Ipuh, serta masyarakat setempat yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi.
Dalam forum tersebut, warga diberi kesempatan untuk mengutarakan keluhan dan kebutuhan mereka secara langsung. Sejumlah isu yang mencuat meliputi kondisi trotoar yang berlubang, penggantian penutup drainase, penimbunan galian pipa PDAM, kebutuhan penerangan jalan di gang-gang kecil, pemasangan kaca cembung di titik rawan, hingga peningkatan layanan kesehatan melalui Puskeskel.
Elfianis menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar aspirasi yang diterima memiliki kesamaan dengan wilayah lain yang telah dikunjunginya.
“Terkait persoalan drainase dan trotoar yang saat ini banyak dalam kondisi kurang layak, hal tersebut sudah kami sampaikan kepada dinas terkait, termasuk Dinas PU dan Dinas Perumahan dan Permukiman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat telah ada kesepakatan dengan instansi terkait untuk segera menindaklanjuti sejumlah permasalahan tersebut. Selain itu, perhatian juga diberikan pada kondisi SDN 08 Jangkak yang selama enam tahun terakhir masih menumpang kegiatan belajar di masjid terdekat.
“Bangunan sekolah sebenarnya sudah tersedia. Mudah-mudahan pada tahun ajaran baru 2026/2027 sudah bisa ditempati, dengan catatan akses jalannya diperbaiki,” jelasnya.
Lebih lanjut, Elfianis juga menyoroti adanya lahan hibah masyarakat kepada pemerintah daerah sejak empat tahun lalu yang hingga kini belum dimanfaatkan. Ia berharap lahan tersebut dapat segera difungsikan sesuai kebutuhan.
“Kita tentu berharap aspirasi masyarakat dapat terealisasi, meskipun tidak semuanya bisa dipenuhi dalam waktu dekat,” ucapnya.
Menurutnya, reses mandiri seperti ini dinilai lebih efektif dalam memahami langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mencari solusi terbaik.
“Harapan masyarakat tentu ingin setiap permasalahan yang disampaikan bisa segera ditindaklanjuti. Namun, kita juga harus memahami bahwa semua bergantung pada regulasi dan ketersediaan anggaran,” pungkasnya.(A/M)





