Selingkuhnya 30 Tahun Lalu, Baru Sekarang Diributkan

kartun /pos kota

KAYAKayak Bareskrim Polri saja, Suryatna, 58, mencoba mempermasalahkan perselingkuhan yang terjadi 30 tahun lalu. Kala itu istrinya ditiduri guru Zulkifli, 56, tetangganya sendiri di Pare-Pare, Sulsel. Dendam lama itu kembali berkecamuk, bersama istri dan tiga anaknya Suryatna membunuh Pak Guru.

Gara-gara calon Kapolri Komjen BG dijadikan tersangka KPK, Bareskrim Polri segera “balas dendam” dengan mengkriminalisasi seluruh Komisioner KPK. Kasus atau dosa lama yang sebetulnya sudah clear di masa lalu, kembali diungkit dan diangetin seperti sayur lodeh. Hasilnya, BW sudah jadi tersangka dan lainnya tinggal diterbitkan sprindiknya.

Bagaimana cara Bareskrim Polri mengkriminalisasi petinggi KPK, rupanya kalah cepat dengan Suryatna, warga Gowa, Sulsel. Bila Bareskrim Polri baru awal bulan lalu, Suryatna sejak Nopember 2014 telah mengkriminalisasi guru SD tetangganya, Zulkifli. Sekitar 30 tahun lalu, bininya pernah ditiduri Pak Guru. Itupun katanya, karena Suryatna tak melihat sendiri bagaimana istrinya “banting-bantingan” dengan oknum guru ini.

Hal itu rupanya selalu mengganggu pikirannya. Suryatna merasa bahwa istrinya sudah barang bekas, karena pernah ditiduri lelaki lain. Tambah cemas lagi, jangan-jangan salah satu anaknya ada yang dipegang “saham”-nya oleh Pak Guru ini. Karena itulah dendamnya semakin berkecamuk, bagaimana bisa melampiaskan. Akhirnya ya cara-cara Bareskrim Polri itu yang dipakai. Biar masalah sudah kalingga warsa (terjadi sudah lama sekali), mau diangetin lagi. Lihat sayur lodeh itu, diangetin kan malah lebih lezat. Karenanya Suryatna berusaha meributkan kasus basi itu bersama istri dan anak-anaknya.

Mereka pun rapat, bagaimana bisa balas dendam. Anehnya, sang istri yang dulu diselingkuhi pak guru Zulkifli, mau saja ikut merencanakan pembunuhan itu. Ketika anaknya yang kini sudah remaja, mau saja dijadikan mesin balas dendam sang ayah. Padahal bila benar sinyalemen Suryatna, pak guru yang hendak dibunuh itu justru “ayah” mereka sendiri.

Demikianlah, Pak Guru yang 4 tahun lagi mau pensiun itu dijemput dari tempatnya mengajar. Dalam penyekapan Zulkifli diminta mengakui tentang isyu yang berkembang 30 tahun lalu itu. Apakah benar dulu pernah menyetubuhi Ratnasih, 50, istrinya. Tentu saja Pak Guru membantah kabar itu, bahkan memaki-maki Ratnasih sebagai wanita yang malah memanaskan situasi. Dengar istrinya dimaki-maki, Suryatna jadi kalap.

Langsung saja Pak Guru digetok martil kepalanya hingga ambruk. Ketiga anaknya kemudian diperintahkan membuang ke laut. Maksudnya, untuk menghilangkan jejak. Tapi ternyata, beberapa minggu kemudian mayat itu mengambang, sehingga ditemukan orang. Polisi pun bergerak melacak siapa pelaku dan dalangnya.

Para pelakunya ternyata sudah bertebaran ke mana-mana. Tapi polisi berhasil menangkap Suryatna di Bandung, Ratnasih di Cianjur, dan dua lagi di Rappang. Kini mereka mendekam di Polres Gowa. Mereka berlima dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. Jauh-jauh merantau ke Sulawesi kok malah bikin dosa. (Gunarso TS/pos kota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *