Pengembang Siapkan 700 Unit Perumahan, Ini Disampaikan Pihak Pemprov Dan Pengembang

Palembang, newshanter.com – Bank BTN yang merupakan bank dibawah naungan dari Badan Usaha Milik Negera hari ini melaksanakan acara Akad massal serentak Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi BTN. Dimana pada acara ini sendiri mengambil tema “BTN One Stop Housing Solution”.

Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia Dr Ir Herry Trisaputra Zuna, pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumsel Ir Basyaruddin Akhmad, jajaran dari BTN mulai dari Direktur Consumer PT Bank BTN Hirwandi Gafar, Direktur PT RID’S Jaya Bersama Subur Paralion.

Dikatakan Kepala Disperkim Sumsel Ir Basyaruddin Akhmad, dimana saya hadir didalam acara ini dalam rangka ceremonial akad massal serentak KPR bersubsidi serta program grebek pasar yang merupakan kerjasama BTN dan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia.

KPR bersubsidi yang merupakan program kerjasama antara bank BTN dengan Kementerian PUPR.

“Dimana ini diberikan bersama dengan subsidi uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah dan tanah,” ujarnya.

Kemudian, atas nama pemprov Sumsel saya mengucapkan selamat kepada bank BTN, pengembang, dan masyarakat, calon pemilik rumah atas telah ditandatanganinya akad kredit KPR BP2PT ini.

Semoga segala upayakan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun juga pada acara ini. Kami berharap semoga kerjasama yang telah dilaksanakan akan senantiasa dilanjutkan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak bagi masyarakat.

“Perumahan dan Kawasan Permukiman mempunyai peran penting dalam pembangunan di Sumsel,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dimana untuk perkembangan industri perumahan atau properti yang mulai membaik pada tahun 2022 menjadikan sektor ini sebagai salah tujuan pertumbuhan perekonomian Sumsel.

Sektor perumahan merupakan sektor tumbuh positif pada triwulan ke 1 tahun 2021 sebesar 3,74 persen, dan sektor konstruksi pada triwulan kedua pada tahun 2021 tumbuh sebesar 0,71 persen.

“Tumbuhnya sektor Real Estate dan konstruksi didorong oleh beberapa aspek antara lain realisasi belanja modal pemprov Sumsel, untuk konstruksi mengalami kenaikan sebesar hampir 75 persen,” katanya.

Menurut Direktur PT RID Jaya Bersama Subur Paralion, dimana untuk perumahan kita total perencanaan yakni 793 unit untuk perumahan FLPP rumah subsidi.

Dimana untuk sekarang progressnya sendiri baru 50 persen dengan type 36, sedangkan untuk harga sesuai dengan kebijakan pemerintah yang dari BTN yakni 150.000.000.

“Dimana itu memang menganut pada aturan di perbankan pemerintah,” bebernya.

Masih disampaikannya, untuk spesifikasi rumah kita sendiri, kita ada yang menggunakan batako dan bata, type 36, dan rata-rata luasnya 78 yakni 6×13.

Dimana yang jelas kita mungkin menjual konsep secara kawasan, mungkin itu dari sisi perbedaan secara yang menonjol. Jadi mungkin secara konsep kawasan ini mungkin dari sarana, sarana prasarana, fasilitas umumnya seperti itu, jadi itu yang lebih menjual.

“Kalau masalah harga rumah ataupun standar rumah hampir seluruh developer pun pasti sama,” imbuhnya.

Masih dilanjutkannya, kalau kita ini fasilitas rumahnya adalah sumur sebenarnya, jadi memang fasilitas kita adalah sumur untuk airnya.

Kalau kemungkinan secara pengembangan wilayah, mungkin terjamah secara mungkin nanti perencanaan kedepan seperti apa kita belum tahu. Dari awal memang fasilitas kita adalah memang air sumur.

“Harapan saya mudah-mudahan lancar-lancar, semuanya akan bisa membaik, apalagi kita sudah mulai untuk melalui masa-masa pandemi covid-19 ini,” jelasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *