Bukittinggi, News Hanter. Com- Peringatan hari HIV sedunia, Pemerintah Bukittinggi mengadakan Jumpa Pers yang di adakan di Pendopo Rumah dinas Walikota Bukittinggi , Rabu ( 1/12/21)
Dalam Jumap Pers tersebut Walikota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan , sepanjang tahuan 2021 Ini Warga Bukittinggi yang terjangkit virus HIV/AIDS terus bertambah, Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, terdapat penambahan 18 kasus baru ditahun 2021
“Selama tahun 2021 ini saja,kasus HIV/AIDS megalami peningkatan sebanyak 18 orang dari 1.045 orang yang menjalani tes HIV/AIDS namun di banding dengan tahun 2020 memang ada penurunan, sementara pada tahun 2020 ada sekitar 34 orang yang positif terpapar virus tersebut,” Ungask Walikota .
Salah satu penyebab turunya kasus tersebut, Walikota menjelaskan, salah satu penyebab karena kurangnya angka kunjungan ke fasilitas kesehatan (faskes) di masa pandemi Covid-19, walaupun di tahun ini jumlah kasusnya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, namun akumulatif kasus HIV/AIDS di Bukittinggi masih tergolong tinggi, yaitu mencapai 1.183 kasus, dalam artian Bukittinggi masih meduduki urutan kedua setelah Kota Padang
Menyingkapi kondisi demikian Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen meminimalisasi penyebaran virus tersebut semaksimal mungkin agar tidak terjadi penambahan kasus HIV/AIDS dengan terget di tahun 2022 tidak ada lagi penambahan kasus Baru di kota Bukittinggi tentu dengan cara merangkul seluruh eleman masyarakat, baik Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama lembaga Pendidikan dan juga orang tua
“Target kita tahun 2022 mendatang tidak ada lagi penambahan kasus di Kota Bukittinggi, dengan mengaktifkan kembali Komisi Penanggulan HIV/AIDS di Kota Bukittinggi guna menjangkau warga yang berpotensi terjangkit HIV/AIDS tersebut maupun yang sudah tercatat sebagai penyandang HIV/AIDS.” tekan WaliKota .
Walikota juga mengatakan, untuk tahun 2022 mendatang Pemerintah telah mengalokasikan dana melalui dinas terkait sebesar Rp 300 juta, untuk kegiatan PPA melalui dana hibah, disini kita minta selurh elemen masyarakat baik dai dan mubalig tokoh adat , tokoh Agama untuk saling merapatkan barisan meminimalisir penyebaran dan peningkatan kasus HIV/AIDS, sebab ini bukan tanggung jawab kita bersama dengan meminimalisir perilaku seks bebas, dana meminimalisir perilaku LGBT di Kota Bukittinggi,ungak Walikota Mengakhiri( A )





