Ketua KPK Belum Dapat Memastikan Secara Pasti Motif Tragedi Menimpa Novelpa Novel

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (tengah) usai menjenguk Novel Baswedan bersama Abraham Samad dan Taufiequrachman Ruki di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Selasa (foto ANTARA News/Try Reza Essra)

Jakarta. Newshanter.com. Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading dan menjelaskan kondisi terkininya setelah disiram air keras oleh dua orang tak dikenal.

“Namanya disiram air keras di mata, tentu parah, tetapi dokter yang mengetahui lebih pasti. Yang jelas sekarang dia tidak bisa melihat dengan baik,” katanya usai keluar dari rumah sakit bersama mantan ketua KPK Abraham Samad dan Taufiequrachman Ruki itu, Jakarta, Selasa.

Laode mengatakan, Novel kini terus dirawat intensif oleh dokter dan akan ditransfer ke rumah sakit spesialis mata Jakarta Eye Center.

Laode M. Syarif mengemukakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti motif tragedi terhadap penyidik Novel Baswedan yang usai Shalat Subuh pagi ini wajahnya disiram air keras oleh seseorang.

“Terus terang kami belum tahu pasti. Kami akan teliti dan selidiki oleh tim KPK dan Polri. Kami berharap pelakunya bisa ditangkap. Jika bisa didapatkan, maka untuk ketahui motif itu akan lebih jelas,” ujarnya kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Terkait apakah tragedi Novel itu berhubungan dengan kasus yang disidik oleh KPK, Laode pun menyatakan bahwa pihak KPK tidak bisa memberikan jawaban.

“Karena, memang belum diketahui. Tetapi, masyarakat umum berpikiran, dan kami pun juga berpikiran bekerja di KPK itu risikonya banyak, dan salah satunya risiko yang kita lihat sekarang ini,” tuturnya.

Ia menyatakan bahwa telah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Kepolisian Resor Jakarta Utara (Polres Jakut) dibantu oleh tim internal keamanan KPK dan sedang diselidiki, termasuk jaringan sirkit televisi (CCTV) atau kamera penginta yang dianggap dapat membantu.

“Ingat perlu juga diberikan penjelasan, ini kejadian pada subuh, jadi masih agak gelap. Orangnya menggunakan sepeda motor pakai helm sehingga memang perlu kerja keras mengungkapkannya,” ucap Syarif.

Ia berharap dengan adanya kerja sama yang baik antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan KPK, maka kejadian itu bisa diungkap secara baik.

“Oleh karena itu, kami minta masyarakat yang lihat dan ketahui tolong dilaporkan ke KPK. Nanti dilaporkan ke pengaduan masyarakat atau dilaporkan kantor polisi terdekat,” demikian Laode M. Syarif.(ant/01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *