JAKARTA – Newshanter.com. Anies Baswedan mengatakan jika sepupunya, Novel Baswedan sudah kerap diteror terkait tugasnya sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.
Bila ditambah dengan peristiwa penyiraman air keras pada Selasa pagi tadi, Novel kurang lebih sudah lima kali mendapatkan teror selama menjadi penyidik KPK.
”Pertama kali kena soal motor mau ditabrak, yang kedua diproses ketika di (Kor) Lantas, yang ketiga diproses lagi karena ditersangkakan waktu itu, yang keempat mobilnya ditabrak. Yang kelima hari ini yang kejadian,” kata Anies usai menjenguk sepupunya tersebut di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
Menurut Anies, ia dan kelaurga tidak kaget dengan peristiwa yang menimpa Novel. Menurutnya dalam memerangi korupsi, tantangan dan hambatan akan selalu ada.
“Jadi ini bukan sesuatu yang aneh, yang kaget, enggak,” kata Anies.Mantan Ketua Komite Etik KPK tersebut mengatakan peristiwa yang menimpa Novel tidak akan mengendorkan perjuangan melawan kejahatan korupsi.
Anies Baswedan, menyebutkan keluarga korban sejak lama siap menghadapi berbagai teror terhadap mantan anggota Polri itu. “Keluarga tidak gentar. Kami siap menghadapi ini semua. Ini bukan barang baru,” kata Anies seusai menjenguk Novel di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa.
Meskipun kecewa dan marah, keluarga korban tetap tegar menghadapi peristiwa itu. “Saya bilang pada Ibu (ibu kandung Novel), Ibu sudah mendidik anak sehingga menjadi garda terdepan perang melawan korupsi. Jadi Ibu jangan sedih, kita terus bangga,” kata Anies.
Anies mengaku sering berkomunikasi dengan Novel Baswedan. Namun Novel tidak pernah cerita apapun mengenai kasus yang ditanganinya. “Saya juga tidak pernah bertanya mengenai kasus,” katanya.
Menurutnya, Novel sangat menjaga etika sehingga urusan kerja dan penanganan perkara di KPK tidak pernah diceritakan kepada keluarga. Oleh karena itu Anies mengaku tidak tahu terkait perkara apa Novel disiram air keras. “Ini (teror) bukan yang pertama kali. Ini sudah yang kelima kali,” jelas Anies.
Meski mendapatkan teror Novel tidak akan kendor untuk menegakan hukum dan memperjuangkan Indonesia bebas dari korupsi.”Kita semua sekeluarga mendukung, kita semua sekeluarga tahu bahwa Novel ini tangguh, kuat, dan akan melewati ini dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diteror dua orang pengendara motor tak dikenal.Dia disiram air keras seusai salat subuh di masjid Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Novel selesai shalat subuh sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu, dia berada di depan masjid Al Ihsan. Tiba-tiba Novel dihampiri oleh dua orang laki-laki tidak dikenal.
“Langsung menyiram dengan menggunakan air keras dan mengenai mukanya,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (11/4/2017).
Air keras itu, menyebabkan Novel bengkak di kelopak mata bagian bawah kiri dan berwarna kebiruan. Serta bengkak di dahi sebelah kiri dikarenakan terbentur pohon.
“Selanjutnya pelaku melarikan diri. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading guna pertolongan dan saat ini dalam perawatan di kamar nomor 508,” ujar Argo.
Kasus ditangani Kepolisian Sektor Kelapa Gading. Polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara di masjid Al Ihsan.”Kemudian, mencari saksi-saksi, bukti, dan informasi di TKP,” ujar Argo. (TN/01))





