Farhan dan Cantika hanya berteriak “papaaa… papaaaa…

PALEMBANG -Newshanter.com. Meninggalnya Edwar Limbab (34) sopit taxi onlineĀ  menjadi duka bagi keluarganya. Tangis haru begitu menderu selama proses pemakaman. Almarhum di pemakaman Cabdi Welan Cinde, Palembang Rabu (23/08/2017)

Sang anak Cantika dan Farhan meraung tak berhenti memanggil papanya (ayahnya). Lihatlah Cantika dan Farhan, sepasang putra putri cinta kasih Edwar Limba yg kalian habisi nyawanya.Kedua anak ini masih belum mengerti apa yang terjadi, tapi keduanya hanya tau jika tak bisa lagi berjumpa dengan papanya.

Muka ceria keduanya lenyap berganti air mata, di pemakamam ini mereka hanya berteriak “papaaa… papaaaa…”

Melihat itu siapapun yang menyaksikan pasti akan menitikkan air mata pilu.

Namun sayang, seberapapun rasa ikut berduka Farhan dan Cantika tak ada lagi jalan bareng papanya, tak ada lagi lebaran bersama, tak ada lagi makan bersama papanya.

“Ayaaaaah…… huuu huuu huuu.”

Tak hanya anaknya, istri dari almarhum Ewa pun tak kuasa menahan air mata atas kepergian suami yang dicintainya.

Dia seolah tak kuasa menerima musibah yang begitu sangat berat itu.

Musibah itu begitu sangat memukulnya.

Sanak keluarga datang bergiliran untuk menenangkan istri Edwar yang masih bersedih.
Keluarga berusaha menenangkan putra almarhum Edwar yang menangis histeris saat prosesi pemakaman di Jalan Cinde Welan Palembang, Rabu (23/8/2017).

Tak hanya anaknya, Rosalina istri almarhum pun tak kuasa menahan air mata atas kepergian suami yang dicintainya.Dia seolah tak kuasa menerima musibah yang begitu sangat berat itu.

Musibah itu begitu sangat memukulnya.

Sanak keluarga datang bergiliran untuk menenangkan istri Ewa yang masih bersedih.
Jenazah Edwar sebelum di Makamkan , disolatkan di Langgar Rhoudhatus Salikim. Ratusan jemaah ikut menyalatkan jenazah.Para driver transportasi online terlihat tertib mengawal jenazah sampai ke langgar.

Kematian Ewa Masih Misterius

Kasus pembunuhan driver taksi online, Edwar Limbad (35) masih misterius sampai saat ini.

Lantaran di tkp tidak ditemukan jejak pelaku setelah korban ditemukan tak bernyawa di Jalan Peternakan Sembawa, Banyuasin, Senin (21/8/2017) pukul 22.30.

Tapi satu hal yang janggal, nomor Whatsapp korban masih hidup dan diduga telah dibuang pelaku.

Berdasarkan informasi, bila korban menjemput pelanggan di kawasan Sudirman dan hendak mengantar ke Sembawa.

Diceritakan Zaini mertua Ewa, jika dikabarkan sesaat sebelum meninggal ia mengambil order.

Ia menyebut, tak mengetahui pasti sebelum kejadian korban sedang mengambil penumpang siapa. Namun menurut aplikasi yang digali rekan-rekan Edwar, sebelumnya ia mendapatkan pesanan dari dua orang akun perempuan dan satu laki-laki.

“Kalau kata temannya tadi ada tiga orang yang pesan. Tapi tidak tahu pasti siapa,” jelasnya.

Zaini mengaku baru mengetahui menantunya tak pulang ke rumah setelah anaknya Rosalina mendatangi rumahnya sambil menangis pada Selasa Subuh dan kalau suaminya tidak pulang kerumah usai pamit keluar pada Senin malam (21/8) sekitar pukul 18.30 wib.

Setelah itu, ia pun bersama anaknya berusaha mencari keberadaan korban dan terlacak di GPS handphone korban sedang berada di arah Banyuasin.

” Pukul 9 pagi kami dapat kabar kalau menantu saya itu sudah ditemukan tak bernyawa dan kami langsung bergegas ke rumah sakit bhayangkara, ” tegasnya.(SP/fil)

rosalinaistri-almarhum-ewa-menangis1_20170823_134634

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *