DPP Golkar Batalkan Hasil Musda Golkar 11 Kabupten dan Kota di Sumsel 2016

Jakarta. Newshanter.com. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan teguran dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) yang dilakukan sebelas Kabupaten/kota.

DPP Golkar menganggap pelaksanaan Musda dilakukan secara sepihak tanpa dikonsultasikan terlebih dahulu sebagai bentuk konsolidasi partai. Sehingga Musda Golkar yang dilaksanakan pada 2016 terpaksa dibatalkan.

Pembatalan ini tertuang dalam Surat nomor B-944/Golkar/1/2017 tentang penegasan DPP Partai Golkar yang ditandatangani Ketua Umum Setya Novanto dan Sekretaris Jendral Idrus Marham tanggal 16 Januari 2017.

Surat yang berisi lima poin itu secara garis besar membatalkan hasil Musda sebelas Kabupaten/kota di Sumsel, di antaranya Musda Golkar Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Palembang. Sementara untuk Kabupaten pemekaran tidak diwajibkan untuk menggelar Musda.

Berdasarkan isi surat itu ditegaskan kepengurusan DPD Golkar Kabupaten/kota di Sumsel yang sudah melaksanakan Musda dikembalikan kepengurusan lama.

“Surat itu dikeluarkan karena ada tahapan konsultasi pelaksanaan musda antara DPD Provinsi dan DPP yang belum dilakukan, sehingga secara administrasi partai harus dilakukan. Ini merupakan teguran pertama untuk DPD Golkar Sumsel,” jelas Ketua Korwil Sumsel Partai Golkar Bobby Rizal kepada wartawan, Jum’at (20/1/2017).

Untuk saat ini yang belum melaksanakan Musda tinggal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin. Sementara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Musi Rawas Utara (Muratara) tidak perlu dilaksanakan musda.

“Tetapi juga dapat dipahami karena Musda yang telah dilaksanakan juga telah menguras tenaga, waktu dan biaya, sehingga nanti akan ada komunikasi lebih intensif antara Provinsi dan DPP. Nanti akan diputuskan kebijakan yang win-win solution,” terang Bobby.

Menurut Bobby, Golkar merupakan partai modern yang administrasinya baik. Tetapi juga partai politik yang mengedepankan semangat kebersamaan.

“Apalagi hubungan Ketua DPD I Golkar Sumsel (Alex Noerdin) dan Ketum (Setya Novanto) dan Ketua Korbid Kepartaian bapak Kahar Muzakir sangat baik. Jadi saya yakin jalan keluarnya nanti akan diputuskan dengan semangat konsolidasi yang tinggi,” tuturnya.(

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *