Antisipasi Takjil Mengandung Zat Berbahaya, Dinkes Kampar Sidak di Pasar Bangkinang

Kampar.Newshanter.com ,- Bulan suci Ramadhan, merupakan salah satu moment penting bagi beberapa pedagang yang ingin menjajakan dagangannya kepada masyarakat yang hendak berbuka puasa, beraneka ragam Takjil dijajakan di setiap pasar di seluruh pelosok daerah di Indonesia, khususnya di kabupaten Kampar, provinsi Riau.

Namun ironisnya, kerap kali ditemukan pedagang nakal yang kerap memanfaatkan momen tersebut untuk meraup keuntungan dengan menjajakan dagangan yang terindikasi memakai bahan berbahaya.

Bacaan Lainnya

Untuk mengantisipasi/mencegah beredarnya barang dagangan yang terkontaminasi zat-zat berbahata, kali ini Dinas Kesehatan kabupaten Kampar melalui Seksi Kefarmasian, Alkes dan PKRT, serta Puskesmas Bangkinang Kota melakukan sidak di pasar Bangkinang guna mengambil sampel, dan menguji apakah bahan makanan tersebut mengandung unsur berbahaya atau tidak.

“Jumat sore (2/6/2017) memang telah diagendakan BPOM provinsi dan bupati kampar untuk ikut sidak, namun ada perubahan jadwal dan berhalangan hadir, jadi hanya kami dari dinas kesehatan kabupaten Kampar, Seksi Kefarmasian, alkes dan PKRT, serta Puskesmas Bangkinang Kota saja yang melakukan sidak,” Ujar poppy, Seksi kefarmasian

Dijelaskan Poppy, Sore tadi (Jumat, Red) kami melakukan pengawasan dan mencoba mengambil sampel dari beberapa takjil yang di dagangkan di pasar, dan sukur allhamdulillah dari uji sampel, takjil-takjil yang di jajakan di pasar tersebut tidak ada yang mengandung zat zat berbahaya.

Menurutnya, peninjauan tersebut juga bertujuan untuk memberikan sosialisasi ataupun arahan kepada pedagang agar tidak sama sekali menggunakan bahan bahan berbahaya dalam membuat takjil.

“Mari kita jaga keselamatan masyarakat, agar tidak terkontaminasi bahan berbahaya, pewarna , borak atau sebagainya,” ungkapnya.

Dikatakan Poppy, hal ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan sebelum adanya korban yang terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya tersebut.

Poppy juga mengimbau agar masyarakat lebih jeli didalam membeli takjil yang di jual dipasar, jangan sampai salah pilih takjil.

“Insyaallah pada tanggal 8 juni besok BPOM akan turun bersama Bupati Kampar untuk melakukan sidak ke sejumlah pasar,” pungkasnya.

Ditambahkan Poppy, Semakin sering sidak, tentunya akan semakin meminimalisir penyimpangan pemakaian bahan kimia berbahaya pada Takjil yang dijual di pasar-pasar. (Yudha Pratama/Era)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *