Palembang, newshanter.com – Dimana saat ini dibeberapa daerah di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) cuaca sudah sedikit terpengaruh karena adanya yang bakar laha baik disengaja ataupun tidak sengaja. Dimana sudah terlihat asap dibeberapa titik diwilayah Sumsel, walaupun tidak terlalu signifikan, namun sudah dapat dirasakan oleh warga.
Dimana sudah terasa di mata pedih, dan pandangan sudah mulai sedikit berjarak. Dimana itu dikarenakan adanya dampak dari kebakaran lahan yang terjadi baik dikabupaten/kota provinsi Sumsel, demikian diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel dr H Trisnawarman, M.Kes.,Sp.KKLP saat ditemui di Palembang.
Dikatakan Kepala Dinkes provinsi Sumsel dr H Trisnawarman, M.Kes.,Sp.KKLP, walaupun saat ini ada dibeberapa wilayah terpantau titik hotspot dan juga ada yang sudah terjadi kebakaran, secara garisnya untuk sampai sekarang kondisi masih fluktuatif.
“Belum apa itu istilahnya yang sangat mendesak, dimana kita itu belum menunjukkan terlalu untuk permasalahan dalam hal kesehatan ini,” ujarnya.
Kemudian, walaupun di beberapa tempat mungkin sudah ada peningkatan untuk kasus titik hotspot dan kebakaran itu sudah biasa. Mungkin ada juga yang mengalami kondisi batuk dan pilek itu juga sudah biasa.
“Tapi insya Allah untuk itu semua, kita masih dalam kondisi yang sangat kondusif, belum terlalu urgent atau genting untuk kita risaukan, ” ungkapnya.
Dilanjutkannya, dimana himbauan kita kepada masyarakat baik yang ada dikabupaten/kota di Sumsel, pokoknya tetaplah bekerja seperti biasa, jangan kira terlampau istilahnya itu terlalu cemas dengan kondisi cuaca karena akibat daripada kebakaran lahan.
“Jadi kita harapkan insya Allah ini kan masih fluktuatif untuk kondisinya. Jadi tergantung arahan dan sebagainya, jadi kita belum ada kearah sana, dimana suasana masih kondusif,” katanya.
Masih dilanjutkannya, ibaratkan terjadi kebakaran yang ada diwilayah Sumsel, kita sudah siap, semua sudah kita siapkan, dan begitu juga dengan rumah sakit kita siapkan. Sedangkan untuk masker sendiri kita untuk stock sudah banyak diangka jutaan kita siapkan.
“Tidak kita sebarkan, kalau memang perlu kita siapkan jika bila diperlukan, ada yang kita berikan beberapa bantuan itu untuk daerah-daerah yang berdampak seperti terkena asal kemarin itu ada,” ucapnya.
Masih disampaikannya, kalaupun ISPA karena asap itu harus diperiksa lebih lanjut. Tapi kan untuk asap itu bukan penyebab utama, dimana untuk ISPA itu sendiri banyak penyebabnya, bisa saja dari virus, dan sebagainya. Sedangkan untuk kasus juga masih tahap yang biasa saja.
“Himbauan kepada masyarakat yang terpenting jaga kesehatan, berperilaku hidup bersih dan sehat, kalau tidak ada perlu maka jangan keluar rumah pas pada kondisi ada asap,” imbuhnya.(ton)





