Diduga Beras Plastik sudah Beredar di Palembang

ilutarsi Beras-Palsu-dari-Biji-Plastik

PALEMBANG – Beras plastik yang di temukan di bekasi membuat masyaratkat heboh. Di Palembang Warga Kompleks OPI Jakabaring Palembang heboh dengan melelehnya beras ketika ditanak. Belum diketahui apakah beras yang dimasak itu merupakan beras plastik yang saat ini sedang heboh.

Menurut keterangan seorang warga Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1, kawasan OPI tepatnya di Jalan Nusa Tenggara, tiga hari lalu ada warga tak sengaja membeli beras yang dioplos dengan beras plastik tersebut.Warga yang diketahui berinisial BE (55) itu mengaku beras yang dia beli dari warung menggumpal ketika ditanak dan terlihat berbeda dengan beras biasanya.

Tapi Dia sendiri tidak berani menyimpulkan jika beras yang dia beli adalah beras plastik.
“Saya cuma beli 2 Kg, jadi ketika menggumpal dan terlihat lebih mirip lem bewarna putih, beras itu saya buang. Saya beli di warung dekat sini, dan setelahnya ketika saya beli lagi berasnya normal seperti biasa,” tuturnya terkesan takut-takut, Sabtu (23/5/2015).

beras plastik telah menyebar di bebrapa negara

Sementara itu diberitakan VIVA.co.id – Beras plastik mengandung resin yang beracun dilaporkan telah menyebar pada beberapa negara di Asia. Penyebaran ini termasuk di negara-negara yang banyak warga miskin, seperti India, Indonesia dan Vietnam.

Dilansir dari harian Straits Times, Selasa 19 Mei 2015, beras itu terbuat dari kentang, yang dibentuk menjadi seperti beras dengan campuran resin. Ada isu, beras tersebut juga ditemukan di Singapura.

Namun, seperti biasa, otoritas Singapura dapat bergerak dengan cepat melakukan pemeriksaan, memastikan bahwa tidak ada beras plastik yang beredar di negara yang tinggi kinerja pejabat publiknya.

Berita tentang beras plastik berawal dari China. Pakar-pakar kesehatan telah memperingatkan, bahwa dikonsumsinya beras plastik itu akan menyebabkan kerusakan serius pada pencernaan.

Beras plastik pertama kali terungkap di Taiyuan, provinsi Shaanxi, kemudian menyebar dengan cepat melalui sosial media, serta aplikasi pesan ponsel. Di Malaysia, otoritas negara itu menyebut belum ditemukan adanya kasus.(VV/SP/.NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *