Demo Mahasiswa UNsri Tuntut Penurunan UKT Berakhir Ricuh * staff DPD RI Febriansyah menyayangkan

Indralaya OKI, Newshanter.com, Demo yang dilakukan Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) menutut penurunan uang kuliah tunggal (UKT) semester sembilan oleh aliansi mahasiswa peduli UKT pada Kamis (3/8/2017), berakhir ricuh. Ribuan mahasiswa yang menyambangi gedung rektorat Unsri dihadang oleh aparat kepolisian setempat.

Dari vidio amatir yang menjadi viral beredar di instagram, terlihat ada beberapa orang bahkan seorang petugas yang memakai seragam polisi memukul salah satu pendemo. Hal ini dilatari oleh aksi mahasiswa yang mencoba menerobos dan memecahkan kaca pintu rektorat.

Mengetahui kejadian tersebut, Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri 2008/2009 yang sekarang menjabat sebagai staff DPD RI Febriansyah menyayangkan adanya kericuhan itu. Menurutnya, aksi demontrasi itu tidak sewajarnya berakhir ricuh.‎ Namun banyak hal-hal yang tidak bisa diprediksi yang terjadi di lapangan hingga mengakibatkan kerusuhan.

“Demo sebenarnya merupakan upaya terakhir untuk menyampaikan aspirasinya. Karena, sebelum melakukan aksi demo, ada beberapa tahapan yang harus dilalui seperti audiensi ataupun mediasi,” terangnya, Kamis (3/8/2017).

Sementara ketika disinggung adanya masalah tiga mahasiswa yang diblokir sistem akademiknya setelah melakukan aksi demo serupa beberapa waktu lalu, Febri berpendapat, aksi mahasiswa kali ini merupakan hal yang wajar sebagai bentuk solidaritasnya. Namun sekali lagi ia menyayangkan dengan berakhirnya demo dengan kericuhan.

“Ini wajar, membentuk solidaritas sesama mahasiswa. Tidak pantas juga pihak rektorat memblokir sistem akademi mahasiswanya secara sepihak. Dan juga bukan suatu yang wajar juga, bila pihak rektorat melaporkan mahasiswanya ke polisi lantaran kasus seperti ini. Dan ini harus diluruskan,” tegasnya.
Selain itu, menurut data yang dimilikinya, UKT ini memang sering menjadi masalah dibeberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Febripun menganggap permintaan mahasiswa semester 9 yang meminta UKT-nya di turunkan sebesar 50 persen merupakan hal yang wajar, karena dibeberapa PTN memang menerapkan hal tersebut.
“Coba cek saja ya. Seperti di Universitas Lampung (Unila), anak-anak di semester sembilannya memang UKTnya dipotong 50 persen. Harusnya Unsri juga berkaca, kenapa yang lain bisa, Unsri tidak bisa, dan tetap bersikukuh,” pungkasnya

Sebelum demo terjadi kericihuan mahasiswa lebih tiga jam berorasi diluar halaman gedung Rektorat kampus Unsri Inderalaya, beberapa orang perwakilan aksi demo dipersilahkan petugas keamanan menemui pihak Rektorat.

Kedatangan mereka disambut Wakil Rektor Tiga Zulkarnain dan Wakil Rektor Empat Ahmad Muslim. Diantara perwakilan mahasiswa dan Rektorat itu, sempat terjadi perundingan alot di ruang rapat Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggap MSCE.

Ternyata, tuntutan mahasiswa, belum bisa dipenuhi oleh pihak Rektorat dengan alasan Wakil Rektor Tiga dan Wakil Rektor empat Unsri masih akan berkoordinasi dengan Rektor Prof Anis Saggap yang saat ini tidak berada ditempat.

“Kami belum bisa mengambil keputusan, Bapak Rektor lagi berkunjung ke Universitas Brawijaya Malang.

Sedangkan, Wakil Rektor Tiga sedang ke Palembang,” ujar Wakil Rektor 4 Ahmad Muslim.

Tak puas keterangan pihak Wakil Rektor Unsri, sejumlah mahasiswa mencoba merangsek masuk.

Namun, upaya tersebut, tertahan oleh petugas Kepolisian dan petugas Keamanan Kampus Unsri (Satpam) dan kericurahan tidak terhindarkan. Dari kericuhan itu salah satu pintu kaca bagian ruang gedung Rektorat pecah. Namun belum diperoleh keterangan apa korban dalam insiden tersebut.(BB/fil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *