Camat Toili, Jaga dan Lestarikan Gotong-Royong

Banggai,- Warga serta hubungan yang sinergis dengan semua pihak sangat diperlukan. Jadi kalau seluruh warga punya semangat membangun, maka semuanya akan dapat terwujud. Apalagi bila didukung dengan sumber daya yang memadai, maka keinginan itu akan dapat terwujudkan.
Camat Toili Andi Rustam, Rabu (18/3/20) mengatakan,” TMMD merupakan program kegiatan milik TNI AD yang sudah ada sejak tahun 1980, cuma sejak adanya reformasi nama itu juga berubah menjadi TMMD. Sejak pertama kali adanya TMMD kegiatannya sangat begitu menyentuh rakyat serta semuanya dapat dinikmati manfaatnya. Selain itu kesejahteraan rakyat juga ikut terbangun. Dalam perkembangannya juga, TMMD benar-benar dan semakin diakui oleh rakyat karena keberhasilannya dalam pembangunan di semua sektor serta pemerataan pembangunan yang mengutamakan pada wilayah pelosok dan pinggiran. Sehingga keberadaan TMMD masih sangat dibutuhkan oleh rakyat.

Untuk itu kepada masyarakat didesa Samalore dan Arga Kencana, Camat Rustam memohon untuk selalu berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan didesanya serta selalu dalam kebersamaan . “ Sekali lagi saya berpesan kepada seluruh masyarakat samalore untuk kerja keras gotong-royong dalam kebersamaan membantu tni untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat, ”Pungkasnya.

Berolahraga dan berbudaya
Banggai,- Sejak TNI datang ke sini untuk mensosialisasikan program pra TMMD hingga TMMD, sambutan masyarakat begitu luar biasa, dari membersihkan lingkungan, jalan masuk ke lokasi upacara pembukaan bahkan hingga pengerjaan di lokasi ,masyarakat sangat antusias bergotong royong dalam kebersamaan.

“ Kekompakan dan kesadaran untuk gotong-royong, bagi kami itu sudah merupakan hadiah yang luar biasa, ternyata dipelosok seperti ini budaya gotong-royong masih terjaga. Tinggal bagaimana agar gotong-royong ini tetap dilestarikan. Sebagai masyarakat yang beradab tentu kita harus terus melestarikan hidup goton- royong dan kebersamaan agar kita menjadi manusia yang selalu menjaga nilai-nilai luhur dengan budaya yang asli,” kata Kade Samalore Bodduraja, Rabu (18/3/20).

Dalam bermasyarakat saat ini sudah banyak ditelan budaya barat. Oleh karena itu, maka budaya sopan santun anggah ungguh, kebersamaan dan gotong-royong tinggallah kenangan jika hal ini tidak dilestarikan. Sebagai orang Indonesia tentu harus menjadi diri kita sendiri dengan budaya ketimuran.”

“Jadi untuk mempertahankan semua itu perlu kita mencontoh bapak TNI yang selalu dekat dengan masyarakat . Hampir semua waktu untuk masyarakat, dari pagi hingga malam. Disaat sore memang itu berolah raga namun semua yang dilakukan oleh TNI merupakan contoh hidup sehat serta nyaman sekaligus selalu dalam kekompakan dan kebersamaan, ” pungkasnya(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *