Bocak Perokok Aldi Suganda: Enak Coklat dari Rokok

aldi bocah peroko menghabiskan 40 batang rokok sehari, sudah berusia 8 tahun.

MUBA, Newshanter,com- Mungkin pernah dengar nama Aldi Suganda(8), warga teluk kemang, balita asal Musi Banyu Asin (Muba) di Sumatera Selatan, pernah menggegerkan karena hobi nya merokok 40 batang sehari atau 4 bungkus sehari , kini Aldi tumbuh besar dan sudah duduk di kelas IV.a, SDN Teluk kemang, kecamatan Sungai lilin, Kabupaten Muba.

Ketika Koran ini menyambangi kediamannya, Kemarin (14/03/2017) melihat kondisi aldi yang sedang bersama ibunya, yang asik lagi main hanpone, pemberian dari orang inggris. Yang pernah berkunjung kediaman aldi.

Om, ini hanpone baru aldi kiriman dari orang inggri, aldi sering komunikasi dengan orang inggris tersebut menanyakan kesehatan aldi. Akhirnya memudahkan berkomunikasi aldi di kasih hadiah dibelikan hanpone .

Aldi, juga mengatakan sudah tidak mau merokok lagi, karena rokok tidak baik bagi kesehatan, seperti jantung, tenggorokan, otak dan gigi. Kalau hendak merokok jauhkan dari anak –anak kecil. Agar jangan ditiru mereka. Kalau aldi sekarang ini kalau pilh rokok atau coklat, aldi pilih coklat.

Selanjutnya, aldi yang bercita-cita ingin jadi dokter, mengucapkan terima kasih atas bantuan bara media yang meliput aldi, sehingga bisa dapat dikenal orang sampai keluar negeri,

dulunya, Aldi sempat dibawa ke Jakarta demi menjalani therapi untuk mengatasi kecanduannya terhadap rokok. Salah satu yang dianggap Aldi sebagai pahlawan untuk mengatasi kecanduannya terhadap rokok adalah psikolog anak, Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan nama Kak Seto.

Menurut Diana,( 35) ibu aldi mengatakan sebenarnya banyak orang yang menawarkan rokok ke aldi,. “Tapi Aldi bilang tidak., Dia bilang untuk sekarang ini, enaklah coklat dari pada rokok’ , karena merokok membuat membuat badan jadi sakit , kata Diana mendampingi aldi .

Diana menambahkan, berharap kedepan apa yang menjadi cita-cita aldi kedepan bisa tekabul, dan bisa menjadi orang terkenal, bukan karean pecandu rokok melaikan dengan hal yang positif, dan juga jangan hanya kecilnya membuat heboh jadi konsumsi public layak media TV dan cetak, kalau bisa masalah pendidikan aldi juga ada yang memperhatikan sampai besar,” Harapnya ( Heri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *