Alex Noerdin diundang menjadi keynote speech pada IUCN WCC 2016 di Hawai

PALEMBANG -Newshanter.com.Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sumsel Teddy Meilwansyah melalui Kepala Bagian Humas M. Iqbal Alsyahbana menyampaikan Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin diundang menjadi keynote speech pada IUCN WCC 2016 diselenggarakan oleh The Zoological Society of London (ZSL).

Iqbal mengatakan kegiatan tersebut diadakan pada 4-6 September 2016 di Hawaii. Dijadwalkan pada hari ini Senin (5/9) H. Alex Noerdin dalam rangkaian IUCN WCC mengangkat tema Kemitraan Pengelolaan Lanskap (Kelola) Sembilang Dangku (Sen Dang) Sesi, Sebagai Paradigma Baru untuk Sustainable Landscape Manajemen di Sumatera Selatan, Indonesia.

Bukti keseriusan Pemerintah Sumatera Selatan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi tiap tahunnya patut diacungi jempol dan didukung oleh segenap masyarakat.

Sumsel telah mengambil langkah cepat dalam mencegah Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) baik melalui program jangka pendek maupun menengah dan jangka panjang. Gubernur Alex Noerdin mengharapkan kepada segenap juga pemerintah pihak pusat melalui Kementrian Lingkungan hidup dan kehutanan RI dapat memberikan dukungan kepada pemerintah Sumsel terkait upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel.

Tidak hanya itu dalam berbagai kesempatan langkah kongkrit Alex terkait keselestarian lingkungan di wilyah Sumatera selatan sendiri diakui dunia. Pada akhir Agustus yang lalu Gubernur H Alex Noerdin diundang secara khusus sebagai pembicara pada High Level Forum Restorasi Lanskap Dunia The Bonn Challenge Amerika Latin dan Afrika Selatan di Panama yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Panama Isabel Saint Malo.

Dalam rangkaian tersebut H. Alex Noerdin sendiri yang menjadi wakil Indonesia dalam pertemuan yang ditandai dengan penaman pohon juga diikuti oleh Presiden Panama Juan Varlos Varela.

Menurut H. Alex Noerdin, Dalam menghadapi Karhutla di Sumsel sendiri pemerintah Sumsel mulai mengembangkan kemitraan multi-stakeholder untuk mengelola sumber daya alam kita yang tersisa melalui Program Kemitraan dalam Pengelolaan Ekoregion atau Landscape. Tujuannya adalah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan ekologi yang berkelanjutan dengan konservasi keanekaragaman hayati, perlindungan hutan dan pemulihan melalui Pengembangan Pertumbuhan Hijau dengan memanfaatkan pendekatan manajemen lanskap berkelanjutan terpadu.

Prioritas dalam kebakaran pencegahan lebih lanjut hutan, restorasi dan rehabilitasi lahan gambut yang terdegradasi, dan pembentukan kerangka kerja untuk Green Growth.(REL/01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *