Permasalahan Cuaca Ekstrem Saat Ini Bisa Diatasi, Ini Beberapa Hal Disampaikan Asisten II Setda Sumsel

Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Asisten II bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) provinsi Sumsel H Darma Budhy memberikan tanggapan mengenai beberapa hari yang lalu terjadi genangan air di sepanjang jalan R Soekamto sepanjang pengerjaan ruas jalan pengerjaan Fly Over Simpang Sekip tersebut.

Dimana kondisi sebenarnya disana secara langsung saya belum melihat, tapi kalau dilihat dari segi kondisi sepertinya karena memang curah hujan ini tinggi, kemudian ada penyumbatan-penyumbatan juga yang membuat dia tidak mengalir, demikian diutarakan H Darma Budhy saat ditemui diruang kerjanya.

Dikatakan Asisten II Setda provinsi Sumsel H Darma Budhy, kalau yang katanya lumpur itu pasti, karena memang lagi digali, bahwa airnya mengandung lumpur ya karena memang digali, kebutuhan di gali, hujan, dan jalan airnya itu tidak selancar yang seperti biasa.

Jadi memang terjadi genangan untuk menuju ke arah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) airnya kesana. Antara kecepatan arus yang mengalir dengan jumlah yang turun ini tidak berimbang, lebih cepatlah yang turun daripada yang mengalir.

“Tapi setelah diatasi, buka yang tersumbat itu dengan menggunakan pompa selesai, dan tidak ada masalah. Dimana yang ditakuti itu kalau seandainya ada kebocoran di kabel-kabel perusahaan listrik negara (PLN) itu,” ujarnya.

Kemudian, kalau kabel perusahaan daerah air minum (PDAM) atau pipa PDAM bocor tidak apa-apa, tapi kalau kabel PLN bocor maka akan mati, nyetrum semua. Terkait dengan utilitas yang masih ada, dimana kita hanya butuh waktu saja, sesuai kesepakatan, dan koordinasi sudah dilakukan.

Cuma kan butuh waktu untuk menggesernya itu, karena untuk menggeser itu harus menyiapkan dahulu tempat yang baru. Dimana kemarin permasalahannya ada lokasi-lokasi tanah, tempat cucian mobil itu yang belum mau memberikan izin untuk bekerja disana.

“Dimana pada akhirnya akan tertunda semua, jadi kalau mau memindahkan pipa ya harus dipasang dahulu pipa yang baru ditempat lokasi yang baru. Kemudian baru itu dicabut dan diganti, kalau ini belum boleh diizinkannya, tidak bisa mencabut yang lama,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, sama juga dengan seperti tiang listrik, jadi dipasang dahulu tiang ditempat yang baru, setelah itu dicabut tiang lokasi yang lama. Terkait dengan adanya sistem perubahan untuk jalurnya ada pergeseran memang ada, tapi pergeserannya hanya pada saluran, tadinya saluran itu semestinya lurus itu, dari kantor Bea Cukai lurus saja.

Dimana permasalahan kemarin katanya tidak mau memberikan izin dilahan itu untuk dikelola, untuk konstruksi jalanya tidak berpengaruh, cuma pembelokan saluran saja. Tapi kalau yang konstruksi yang beton itu, untuk jalan beton itu tidak berubah.

“Cuma box curve atau box drainase belok itu, tapi fungsinya tetap sama, bukan distop, dibelok saja dipinggirkannya, tapi fungsinya tetap sama. Dimana sudah mulai dikerjakan, sekarang sudah, sudah pindah-pindah saja, untuk yang di kantor BCA sudah mulai teknisnya sudah,” katanya.

Masih dilanjutkannya, bukan hanya itu saja di kantor Bea Cukai sudah mulai dan cucian mobil juga sudah mulai. Karena kemarin itu kondisinya memang masih dalam pengerjaan, makanya terjadi genangan air (banjir). Kalaupun turun hujan kembali, mudah-mudah tidak terjadi lagi seperti kemarin, karena itu sudah diantisipasi.

Sebelum ada pengerjaan Fly over itu, dimana memang di daerah itu tergenang atau terendam kalau hujan deras, mulai dari daerah R Soekamto sampai ke jalan Angkatan 66, dan ini kebetulan saja yang ada fly over, dan adanya lumpur itu. Dimana beberapa waktu yang lalu, sebelumnya tergenang air beberapa hari tergenang di arah jembatan itu.

“Dimana saat ini kondisi cuaca sedang ekstrem dari sisi pengerjaan pasti ada pengaruhnya, karena pekerjaan itu semestinya pekerjaan itu tidak dilakukan dalam kondisi hujan, bisa bekerja tetapi tidak maksimal,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, tapi kan seandainya hujannya siang, bisa dikerjakan pada malamnya, pakai lampu, bisa mengatasinya, karena untuk mengejar progres tersebut. Dimana didalam pengerjaan itu pakai alat berat, saya secara teknis belum tahu, itu kan ada tiang, apakah menggunakan pancang itu full atau booring (dibor).

Kalau saran kami sebaiknya di bor, kita sudah pernah mengalami pemancangan itu, contohnya jalan Kapten A Rivai, dan jalan Angkatan 45, setelah ditekan terjadi blendung-blendung (gelombang) itu. Kemarin kan awalnya seperti itu pemasangan tiang pancang LRT itu, setelah ribut masyarakat, oh ternyata di bor.

“Ini saran kami sebelum atau sebaiknya dilakukan pengeboran untuk tiang pancang itu, pasti ada tiang pancangnya. Kalau untuk keefektifan antara di tumbuk dengan di bor, kalau kekuatannya sama, karena dia kekuatannya tergantung masuk sounder itu, oh ternyata tanah keras ini sekian meter, didesign tiang itu sampai ke tanah keras,” bebernya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *