Bukittinggi, newshanter.com – MenJelang penutupan tahun ajaran 2022, objek wisata di kota Bukittinggi termasuk Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan dipadati siswa sekolah, baik siswa Bukittiinggi sendiri maupun dari daerah luar Kota Bukittinggi bahkan dari luar Provinsi Sumbar.
Dalam seminggu terakhir setidak-tidaknya 36 sekolah baik dalam Provinsi Sumbar maupun dari Provinsi tetangga yang berkunjung ke objek wisata ini dengan jumlah siswa dan guru lebih dari seribu orang.
Berbagai sarana edukasi tersedia pada Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan, yaitu mengenal dan melihat hewan-hewan baik yang dilindungi oleh Pemerintah maupun yang tidak dilindungi pada areal Taman Satwa ini, mengenal nilai-nilai sejarah pada areal Benteng (fort) de Kock, koleksi perkakas tradisional Minangkabau pada Museum Rumah Adat Baanjung serta adanya Jembatan Limpapeh yang menjadi penghubung kedua areal tersebut.
Walikota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan bahwa dengan tingginya minat siswa sekolah untuk belajar dalam objek Wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan, maka Pemerintah Kota Bukittinggi dalam tahun ini berupaya melakukan pembenahan pada areal Benteng Fort de Kock sehingga pendidikan nilai-nilai sejarah dapat tersampaikan dengan baik kepada generasi muda, khususnya sejarah terkait dengan keberadaan Benteng Fort de Kock.
Ditargetkan pembenahan ini dapat selesai sebelum libur akhir tahun ini sehingga fungsi edukasi objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan semakin meningkat. ( A/M )





