PADANG,Newshanter.com — Endi Oktaria (25), kontributor berita untuk TV swasta Metro TV mengalami kecelakaan di kawasan Tarandam, Kota Padang, Selasa (10/11/2015) sekitar pukul 03.00 WIB. Endi kini menjalani perawatan intensif di High Care Unit (HCU) bedah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil.
Edison, orangtua korban mengaku dihubungi saksi di lokasi kejadian sekitar pukul 03.30 WIB. Keluarga langsung melarikan Endi ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo untuk mendapat pertolongan pertama. Namun, karena korban mengalami cedera cukup berat di bagian kepala dan tangan kiri, korban langsung dirujuk ke RSUP M Djamil, dan masuk ke Instalasi Gawat Darurat pada pukul 04.15 WIB.
“Endi memang sering pulang malam. Katanya, sering ikut razia yang digelar Satpol PP. Tapi, malam tadi saya tidak tahu pasti apakah Endi pulang tugas liputan atau bagaimana. Yang jelas, sepertinya Endi mengalami kecelakaan ketika di perjalanan pulang ke rumah kami di kawasan Marapalam,” ucap Edison.
Sementara itu, Diana, tunangan korban, mengatakan sejak sore hingga pagi tidak ada kontak sama sekali dengan Endi. Ia baru tahu kejadian tersebut dari orangtua Endi dan langsung datang ke RSUP M Djamil.
Pantauan Haluan di HCU Bedah pada Selasa (10/11/2015), sejak siang hingga sore, silih berganti rekan wartawan dari berbagai media datang untuk melihat kondisi Endi yang biasa meliput berita kejadian dan peristiwa di sekitar Kota Padang.
“Kondisi Endi cukup memprihatinkan. Saat ini kita butuh dukungan dari semua pihak, terutama doa agar kondisi Endi lekas membaik dan penanganan atas cideranya dapat dilakukan lebih optimal lagi,” ucap Yuke, salah seorang rekan wartawan yang datang berkunjung.
Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil, Gustafianof, kepada Haluan menyampaikan, kondisi pasien cukup berat karena mengalami benturan dan patah tulang di tangan kiri. Namun, tim dokter rumah sakit akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani Endi.
“Kondisi Endi cukup berat. Sejauh ini, cedera patah di tangan kirinya sudah kami tangani dan diberi gip. Untuk cedera di kepalanya, sekarang tim dokter sedang meupayakan pengobatan untuk pemulihan kondisinya. Saat ini pasien tengah diinfus dan berusaha ditenangkan. Jika mulai membaik, barulah tim dokter dapat memberikan penanganan lebih lanjut. Kita berdoa saja untuk kepulihannya,” ucap Gustafianof. (hln/NHO)




