Warga Panam Pekan Baru Kesal TrukBebas Melintas di Jalan Umum di Siang Hari

PEKANBARU, – Meri (30) warga Simpang Kualu Panam, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru terlihat begitu kesal sesampai di rumah, usai menjemput anaknya pulang sekolah di Jalan Delima, sekitar pukul 11.30 WIB, Jumat (21/8/2015) siang.

Dia menceritakan, saat mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Simpang Kualu menuju Jalan Delima yang jaraknya sekitar 3 kilometer, tiba-tiba di simpang Tabek Gadang (Simpang Jalan SM Amin-Soebrantas), dari arah Jalan SM Amin, berjejer 5 unit truk gandeng membawa kayu akasia menuju arah Pasar Pagi Arengka.

“Truk sepanjang 30 meter bawa kayu akasia itu membuat pengguna jalan cemas, apalagi ibu-ibu yang membawa anak. Mereka ketakutan, kalau saja kayu akasia yang berada di atas truk jatuh dan menimpa pengguna jalan lainnya. Apalagi kalau siang ini arus lalu lintas di Panam kan rame, kok bisa truk sebesar itu lewat jalan umum,” kata Meri kepada GoRiau.com, Jumat (21/8/2015).

Keluhan yang sama juga disampaikan Rio (20) mahasiswa Universitas Riau (Unri). Dia mempertanyakan kinerja instansi terkait yang tidak menertibkan truk-truk yang melebihi tonase itu dengan bebas melewati jalan umum di siang hari.

“Inilah anehnya Kota Pekanbaru, kalau kita tak pakai helm di stop polisi, tapi kalau truk membawa kayu akasia dibiarkan. Dinas Perhubungan juga tutup mata, tak mungkin mereka tak tahu ada puluhan truk yang setiap hari bebas melewati Jalan Soebrantas di siang hari,” jelasnya.

“Mungkin saja mereka kantongi surat sakti bang. Semua sudah diamankannya, sehingga perusahaan pemilik kayu akasia itu bisa bebas melewati jalan ini. Padahal resiko yang muncul kalau kayu itu lepas dan jatuh ke jalan, bisa menimbulkan korban jiwa,” ujar Rio.

Pantauan GoRiau.com, kondisi arus lalu lintas di Jalan Soebrantas termasuk sangat padat, terutama pada jam kerja, seperti pagi, siang dan sore hari. Di pertigaan Simpang Tabek Gadang, untuk menunggu lampu traffic light (masyarakat biasa menyebut lampu merah, red) berwarna hijau, sebagian pengendara sepeda motor tidak sabar. Bahkan, ada diantara mereka yang nekat menerobos, meski lampu hijau belum menyala. Puluhan truk gandeng yang memiliki 24 roda juga terlihat lalu lalang keluar masuk kota, padahal masih siang hari.(GRC/NHO)
“Kalau di Simpang Tabek Gadang dan Simpang Pasar Pagi Arengka, tak ada aturannya. Siapa yang berani menerobos, silakan lewat duluan. Mana ada polisi yang ngatur jalan, kalau pun ada, mereka sibuk menyetop pengendara yang tak pakai helm, paling lama setengah jam, mereka pergi,” kata Yono, salah seorang pedagang di Pasar Pagi Arengka.
Baik Meri, Rio, Yono dan masyarakat lainnya berharap masalah ini segera diatasi pihak terkait. Jangan sampai setelah ada korban, baru semua sibuk dan saling lempar tanggung jawab.
“Anggota Dewan jangan diam saja, kalau ingin bukti, silakan lihat langsung kelapangan,” tantang Rio.(GRC/NR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *