PALEMBANG >NEWSHANTER.COM– Tujuh kali digagahi sang kekasih membuat YL (16), warga kawasan Sukarame ini kini mengandung enam bulan.Malangnya, setelah mengetahui dirinya hamil, kekasihnya berinisial EK tak mau bertanggung jawab dan kini sudah tak tau lagi dimana rimbanya.
Kejadian yang dialami YL baru terungkap setelah ia bersama ibunya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (03/09/2015).
Cerita berawal saat YL bertandang kekediaman kekasihnya tersebut yang berada dikawasan Alang-Alang Lebar, Palembang pada Januari 2015 lalu. “Saya memang pacaran dengan dia (EK). Nah, waktu itu dia menghubungi dan menyuruh saya untuk kerumahnya,” ujarnya saat memberi keterangan kepada petugas.
Merasa sudah lama tak bertemu, YL pun menuruti permintaan EK yang menyuruhnya datang kekediaman pelaku.
“Saat itu dirumahnya memang terlihat sepi. Saat saya tiba, pacar saya itu langsung menarik saya kedalam kamarnya. Saya sempat menolak, tapi dia langsung mengunci pintu kamar tersebut,” katanya.
Saat didalam kamar, EK mengiming-imingi akan menikahi YL jika dirinya mau melakukan hubungan layaknya suami istri bersama EK.“Dia menjanjikan akan menikahi saya jika saya mau diajak gituan pak. Saya sudah tak bisa ngapa ngapain lagi pak, cuma bisa menangis dan dia terus merayu saya hingga akhirnya perbuatan itu kami lakukan,” ungkapnya.
Setelah melampiaskan nafsu birahinya, EK lantas mengantarkan YL pulang kerumahnya. Satu bulan setelah kejadian itu, YL dan EK lagi-lagi mengulangi hubungan layaknya suami istri tersebut.“Seingat saya sudah tujuh kali kami lakukan perbuatan itu, kini saya sudah hamil enam bulan. Nah, saya sudah sering menagih janjinya untuk menikahi saya tapi dia selalu menghindar bahkan kini malah meninggalkan saya. Saya tidak terima pak, kemudian saya menceritakan ini kepada ibu saya dan akhirnya memutuskan melapor polisi agar ditindaklanjuti,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi SIk melalui Kanit Perlindungan Perampuan dan Anak (PPA) mengatakan, pihaknya masih mendalami laporan korban.“Akan kita tindaklanjuti. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan melihat hasil visum dulu,” tutup Kanit. (SD/NHO)





