Siak, News Hater.com- Tour Pers yang di adakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi bersama wartawan Bukittinggi di hari kedua disambut Bupati Siak Drs. H.Aldefri, M.Si yang diwakili Asisten 1 Setdakab Siak Drs.L.Budhi Yuwono,M.Si didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Paula Chandra,SE di Balairung Datuk Empat Suku Komplek Perumahan Abdi Praja Kabupaten Siak, Rabu ( 15/12/21)
Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi Drs. Novri, M.Pd itu mendapatkan paparan tentang program dan capaian kerja Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau.
Dibawah kepemimpinan Bupati Drs. H.Aldefri,M.Si dan Wakil Bupati H.Husni Merza, BBA, MM membawahi 14 Kecamatan dan 122 Kampung (Kampung Adat dan Kelurahan).
Dalam pertemuan tersebut Drs.L. Budhi Yuwono, M.Si mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak sangat mengapresiasi atas kedatangan rombongan Diskominfo Kota Bukittinggi bersama insan jurnalis yang menjadi mitra kerjanya ke daerah ini, tamu yang datang ke Kabupaten Siak harus diberikan pelayanan prima hingga terwujud hubungan yang harmonis, sebagai mana sejarah Kabupaten Siak berkaitan erat dengan Minangkabau.
Budhi Yuwono,menjelaskan, penamaan Balairung Datuk Empat Suku itu bukan serta merta dipasangkan saja melainkan rangkaian sejarah yang melatarbelakangi, pasalnya ketika masa Kerajaan Siak tempo dulu terdapat empat orang Datuk yang menjadi penasehat Sultan dari empat suku yakni Datuk Lima Puluh, Datuk Tanah Datar, Datuk Kampar, dan Datuk Pesisir. Empat datuk itu bertugas memberikan masukan dan saran kepada sultan dalam pelaksanaan kepemerintahan di kerajaan. Jika melirik datuk itu terdapat nama yang familiar di Minangkabau yakni Datuk Tanah Datar.
sejumlah program yang diupayakan oleh pasangan Kepala Daerah Bupati Aldefri dan Wabup Husni Merza terhadap Kabupaten Siak seperti Kampung Keluarga Sakinah dan Kabupaten Siak Kabupaten Hijau, disamping program lain yang telah rencanakan dan dilaksanakan serta tercapai, Imbuh budi
“Kita harus menyambut tamu dengan baik, apalagi rekan kita para wartawan dari Kota Bukittinggi bersama Diskominfo, itu bentuk pelayanan publik. Mohon maaf bapak/ibu semua, memang seharusnya Bapak Bupati yang akan menerima kedatangan rombongan dari Bukittinggi tetapi agenda pimpinan cukup banyak dan tidak dapat ditinggalkan sehingga diwakili kepada kami, tetapi bapak Bupati pada prinsipnya berterima kasih atas dipilihnya Kabupaten Siak menjadi tujuan Studi Best Practice bersama awak media,” ujarnya
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi Drs. Novri, M.Pd menyebutkan pihaknya ingin pencapaian Pemerintah Kabupaten Siak meraih prestasi Good Governance Smart City, apakah capaian itu juga hasil dari sinergi bersama media?. Pemerintah Kota Bukittinggi menginginkan adanya pengelolaan hubungan yang harmonis dengan para wartawan.
” kita ingin mendapatkan trik dan tipsnya bagaimana kerjasama pelayanan publik bersama media, kita ingin mencontoh capaian prestasi good governance smart city itu,” ucapnya
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Paula Chandra, SE mengatakan raihan prestasi Good Governance dengan Smart City itu menjadi pembuktian pelayanan prima kepada masyarakat yang memang didukung peran media sehingga Siak terbaik dalam pelayanan publik.
Ditambahkan, pada 2021 ini terdapat 80 media massa yang difasilitasi Pemkab Siak untuk menjadi mitra publikasi dan penyampaian informasi program serta kebijakan pemerintah daerah. Angka itu merupakan hasil dari 140 proposal yang diajukan perusahaan pers di Indonesia, kemudian diverifikasi oleh tim yang ada (Diskomifo, Inspektorat dan Bagian Hukum), selanjutnya 80 media hasil verifikasi dilegalisasi dengan Surat Keputusan Bupati Siak.
“Kita tidak main – main tentang publikasi dan penyampaian informasi bekerjasama dengan perusahaan media, kita menerima proposal yang diajukan, kita lihat legalitas perusahaan persnya, apakah sudah telah verifikasi dewan pers, kita tidak mau wartawan yang sudah kerjasama dengan kita tidak menunjukan dedikasinya, jangan hanya menerima rilis saja, tetapi berupaya menghasilkan karyanya,” ujarnya (A)





