Pekanbaru,Newshanter.com- Tiga oknum Pegawai Negeri Sipil Pemerintahan Kota Pekanbaru, Rabu (25/01/2017) terkena Operasi tangkap Tangan (OTT) ketika melakukan Pungutan Liar (Pungli) pembuatan E KTP. Akibatnya tiga oknum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru dibawa ke Polresta Pekan untuk digiring ke Polresta Pekanbaru untuk penyelidikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto di ruang kerjanya, membenarkan perihal penangkapan ke tiga orang PNS Disdukcapil tersebut,”Ya kita menangkap pegawai Disdukcapil saat ini masih dalam pengembangan dan pemeriksaan kemungkinan ada keterlibatan oknum lain atau tidak,” ungkap Kasatreskrim Pekanbaru Bimo.
Menurut Kasat reskrim polresta pekanbaru Bimo tiga oknum pegawai negeri sipil yang diamankan berinisial F.
Dia ditangkap pada Rabu siang tadi atas dugaan pengurusan KTP tanpa melalui prosedure dengan biaya Rp2 juta,Selain F, kata Bimo, turut diamankan seorang pelaku lainnya yang tidak lain merupakan istri pelaku F. Dari tangan tersangkan polosi mengamankan barang bukti, tiga lembar kartu keluarga, uang sejumlah Rp2 juta dan foto copy dokumen kartu keluarga yang belum dirincikan.
Kepala Dinas Disdukcapil Kota Pekanbaru, Baharuddin, ketika dihubungi membenarkan oknum anggotanya di tangkap OTT oleh pihak Kepolisian Polresta Pekanbaru yang terlibat aktivitas Pungli.”Iya memang benar, staf di Dinas saya, ya tapi hanya setaf biasa dan Sekarang juga sudah dibawa tim saber,polresta prkanbaru” ungkapnya melalui telepon selulernya.
Sementara kita ketahui Pelaksana Tugas Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger baru saja membentuk tim satgas saber pungli Selasa kemarin (24/1). Dan di ketahui Polresta Pekanbaru menjadi salah satu bagian dari tim Satgas Saber Pungli tersebut. Menurut Plt.
Walikota Pekanbaru , Satgas Saber Pungli dibentuk sebagai upaya untuk melakukan bersih-bersih di satuan perangkat kerja pemko pekanbaru bekerja,Hingga berita ini di terbitkan,tim Polresta Prkanbaru terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut.tuturnya.(Eman/SA)





