
Jakarta -Newshanter.com. Terkait tewas Dua orang mahasiswa Universitas Sriwijaya, Palembang, saat mengikuti kegiatan di kampus. Menristek Dikti M Nasir akan memanggil Rektor Unsri Anies Saggaff untuk meminta penjelasan.”Tetap saya panggil (Rektor Unsri),” kata Nasir saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/3/2017).
Nasir sebetulnya sudah mendapatkan informasi awal terkait kejadian tersebut. Dalam informasi tersebut, kedua mahasiswa itu memang tidak dipelonco. Mereka tengah mengikuti acara pesantren kilat.
Nasir juga telah menelepon Anies untuk menanyakan hal ini. Namun dia tetap akan memanggil Anies.
“Nanti hari Kamis (30/03/2017) akan laporan ke Jakarta dan saya tugaskan Dirjen Kemahasiswaan, yang harus dilacak apakah terjadi kekerasan atau tidak,” tutur Nasir.
Sebelumnya Rektor Unsri juga telah melayat ke rumah duka kedua mahasiswa tersebut. Anies menyatakan bahwa kedua mahasiswa itu adalah peraih beasiswa Bidikmisi dari pemerintah pusat.
“Tidak ada kalau perpeloncoan, karena itu murni kegiatan pelatihan dasar leadership (pelatihan kepemimpinan, red). Tapi kalau dari kepolisian nyatakan ada tindakan pidana, panitia harus bertanggung jawab sesuai hukum,” ujar Anies kepada wartawan, Sumsel, Senin (27/03/2017).
Anies menyampaikan ini saat menyambangi rumah duka salah satu korban, M Taufik Hidayah, di Jalan Supersemar lorong Kalpataru I Palembang, Sumsel. Korban merupakan mahasiswa Unsri Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
angkatan 2016.Sementara itu Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Ginanjar Aliya Sukmana menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan dua mahasiswa FKIP Unsri Indralaya tewas tenggelam, Minggu (27/3/2017).Peristiwa itu berawal saat kedua mahasiswa itu mengikuti saat mengikuti pendidikan dasar organisasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unsri.
Saat menjalani kegiatan penyeberangan basah berupa melintasi tali tambang di danau yang ada di belakang kampus, keduanya tenggelam. Diduga, keduanya tidak bisa berenang.(dtc/01)





