Novendra Farhan SMA Negeri 3 Palembang Dua Hari Tidak Pulang Kerumah

novendra-farhan/ foto ist

PALEMBANG -Newshanter.com- Novendra Farhan (16) warga Jalan Angkatan 66 Lorong Harapan I RT 22/6 Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning Palembang, diketahui sudah dua hari atau persisnya sejak Minggu (26/3/2017) sore, tidak pulang ke rumah dan tiada kabar beritanya.

Akibat dari kejadian tersebut, keluarga termasuk orangtuanya, Anna pun telah berusaha mencari dengan bertanya ke sana sini untuk mengetahui keberadaan anaknya tersebut yang diketahui tercatat sebagai pelajar kelas X jurusan IPA 3 SMA Negeri 3 Palembang.

Ditemui di rumahnya, Selasa (28/3/2017) sekitar pukul 14.00, Anna, menjelaskan, kronologis hilangnya anaknya tersebut berawal saat Novendra pada hari Sabtu (25/3/2017) izin untuk mengikuti acara perkemahan satu malam atau persisnya hingga hari Minggu di SMP Negeri 4 Palembang yang merupakan sekolah tempat anaknya tersebut sewaktu SMP.

“Setelah hari Minggu dan sampai siangnya, dia belum pulang juga karena itu saya pun langsung bertanya kepadanya melalui pesan” Wa”. Dan saat itu, dia juga sempat membalas katanya sempat serempetan tapi habis itu sudah tidak ada kabarnya lagi sampai sekarang,” jelasnya.

Namun keesokan harinya atau pada hari Senin, dikatakan Anna, ia pun akhirnya terpikir untuk mengecek rekaman kamera CCTV di rumahnya.

Dan saat itu, dari rekaman kamera CCTV, ia melihat anaknya tersebut pulang ke rumah atau persisnya pada hari Minggu sore sekitar pukul 17.00 ketika hujan deras.

“Dari rekaman kamera CCTV, dia itu sempat pulang tapi saat itu dia hanya di teras duduk di motornya Honda Supra X 125 hitam list gold dan tidak masuk ke rumah, kurang lebih ada sekitar 30 menitan di teras. Saat itu, dia juga tidak melepas jaket hujan termasuk helmnya,” terangnya.

Dari hasil rekaman kamera CCTV, masih dikatakan Anna, saat itu anaknya tersebut tampak juga terlihat seperti orang yang kebingungan dan tidak seperti biasanya.

“Dia juga sempat mencet bel tapi hanya sekali saja. Padahal, biasanya dia itu kalau mencet bel misal baru pulang sekolah, mencetnya berulang-ulang sampai kami membuka pintu. Tapi kemarin itu, dia hanya sekali saja mencet bel,” ungkapnya.

Dikatakan Anna, saat itu ia dan keluarganya sebenarnya sedang ada di rumah namun, lantaran keadaan sedang hujan deras sehingga ia dan keluarga lainnya pun tidak terdengar ketika anaknya tersebut memencet bel.

“Setelah itu, dia langsung pergi dengan membawa motornya ke arah kiri jalan dan sampai sekarang ini tidak ada kabarnya. Kami juga telah mencari ke sana ke mari termasuk ke seluruh Rumah Sakit dan sekolah,” tuturnya.

Masih dikatakan Anna, saat pergi tersebut, anaknya tersebut pakai celana training SMP Negeri 4 dan jaket OSIS SMP Negeri 4 warna hitam termasuk juga ponsel merek Samsung J1.

“Ponselnya juga sekarang sudah tidak aktif lagi, tapi sempat dilacak melalui GPS lokasinya itu terakhir tadi (Senin) berada di sekitar Maskarebet Palembang dan karena itu bapaknya ini masih nyari di sekitaran sana,” katanya.

Anna juga mengatakan, ketika ditanyakan kepada warga sekitar di sana (Maskarebet), ada seorang warga yang sempat melihat anaknya tersebut dengan ciri-ciri yang yang dimaksud.

“Tadi katanya anak saya itu sempat membeli makanan di Rocket Rocker bersama dua orang yang memiliki ciri-ciri lebih besar dari anak saya dan saat itu makan makanan yang dibeli itu di sebuah taman di Maskarebet,” jelasnya.

Selain itu, masih dikatakan Anna, menurut keterangan seorang warga di sana (Maskarebet), anaknya tersebut juga sempat menumpang mengecas ponselnya di sebuah konter dan akan menjual ponselnya tersebut. Namun, saat itu orang konter tersebut tidak mau membelinya.

“Saat itu, katanya juga bersama dua orang lainnya tapi saya tidak tahu itu siapa,” tuturnya.

Masih dikatakan Anna, ia pun berharap agar anaknya tersebut dapat segera ditemukan.

“Saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu, pada biasanya langsung pulang. Apakah jadi korban hipnotis atau apa saya juga tidak tahu. Untuk masalah keluarga juga tidak ada,” ungkap.

Dengan kejadian ini, masih dikatakannya, ia pun dan keluarga sudah melaporkan ke pihak Kepolisian namun masih hanya secara lisan dan belum tertulis.

“Ayahnya juga sudah menghubungi langsung Pak Marully, karena ayahnya ini juga merupakan Polisi yang tugas di Polda,” tuturnya.(sp/01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *