Surabaya.Newshanter.com,- AS (23), perempuan yang disebut-sebut berprofesi sebagai artis dan model asal Jakarta, terancam lolos dari jerat hukum kasus narkoba karena polisi tidak menemukan barang bukti narkoba saat diamankan, Rabu (2/9/2015) malam.
Namun, dari tes urine yang dilakukan polisi kemarin malam sekitar pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, hasilnya positif mengkonsumsi narkoba.”Narkoba yang dikonsumsi jenis metaphetamine atau sabu,” kata Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Wayan Winaya, Sabtu (5/9/2015).
Polisi masih melakukan penyelidikan dari mana dia mendapatkan narkoba tersebut.”Pengakuan AS, dia mengkonsumsi narkoba saat berada di hiburan malam bersama rekannya. Dia tidak mengetahui dari mana dia rekannya mendapat narkoba tersebut,” jelas Wayan.Pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak soal kasus tersebut, karena AS saat diamankan tidak membawa barang bukti narkoba, meski saat itu dia sedang mabuk.
“Kami kumpulkan bukti-bukti dulu, dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi,” tambahnya.AS diamankan dua hari lalu usai melayani tamunya di sebuah hotel di Jalan Embong Malang Surabaya. AS dipastikan sebagai korban prostitusi, dari mucikari yang bernama BS. BS sendiri hingga kini masih diburu polisi.
Sementara itu Model AS (23) mengaku sudah sepekan berada di Surabaya untuk keperluan shooting sebuah film. Selama sepekan itu, AS mengaku sudah tiga kali melayani tamu pria hidung belang dengan tarif short time Rp 8 juta-Rp 10 juta.
“AS mengaku sedang shooting film di Surabaya, tetapi sepekan sudah tiga kali dia melayani tamu,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Matenette.
Kepada polisi, AS mengaku diperkenalkan dengan pembelinya melalui grup media sosial bernama “Princess”, yang dikelola mucikari bernama BS, yang kini sedang diburu. “Masuk di grup Princess itu dia diajak oleh temannya,” kata Takdir.
BS yang diduga berada di luar Surabaya adalah mucikari penghubung yang menawarkan AS kepada para pria hidung belang. Posisi BS selalu berpindah. Selain di Surabaya, dia juga kerap berada di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. “Hari ini posisinya berada di luar Surabaya. Akan terus kami buru,” kata Takdir.
AS diamankan seusai melayani tamunya di sebuah hotel di kawasan Jalan Embong Malang, Surabaya, Rabu (2/9/2015) malam. Saat diamankan, AS dalam kondisi mabuk seusai mengonsumsi narkoba di sebuah tempat hiburan malam. Selain mengamankan AS, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai lebih dari Rp 12 juta, rekening tagihan hotel, dan alat komunikasi. (KC/NHO)





