PALEMBANG -Newshanter.com Terkait penangkapan DI yang diduga melakukan penghinaan terhadap Ibu Negara Iriana Widodo di media sosial Instagram, Senin malam (11/9/2017), cukup membuat heboh publik.
Pasalnya DI yang berasal dari Alang-alang Lebar ini diduga alumni Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang baru saja diwisuda 10 September kemarin. Saat dikonfirmasi, Direktur Polsri Dr. Dipl. Ing. Ahmad Taqwa, M.T mengatakan, pihaknya masih menelusuri apakah benar pelaku merupakan alumni Polsri yang baru saja diwisuda.
“Jika pun benar, kita sangat menyayangkan adanya kejadian demikian. Sungguh kita menyesal dengan tindakan yang bersangkutan karena sudah berbuat yang tidak baik,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini pihak Polsri sendiri sudah menanamkan pendidikan karakter dan moral yang intens kepada mahasiswa.
Apalagi untuk semua kegiatan mahasiswa selalu diawasi.
“Makanya kalau memang benar, itu terjadi sudah di luar lingkungan kita. Berkaitan dengan individu yang bersangkutan. Silahkan kalau memang harus berjalan sesuai proses hukum,” ujarnya.
Terkait soal status gelar akademik sendiri, Taqwa meluruskan belum mengambil keputusan resmi.Karena pihaknya harus mengkaji dulu, apakah tindakan pelaku merugikan civitas atau seperti apa.Yang jelas perbuatan pelaku pasti berimbas pada kredibilitas civitas Polsri.
“Nanti ikatan alumni yang akan memutuskan, seperti apa sanksi moril yang akan diberikan.Kita dari internal belum berhak mengambil keputusan apapun. Apalagi pelaku masih menjalani proses hukum,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi akhirnya menangkap seseorang yang diduga melakukan penghinaan terhadap Ibu Negara Iriana Widodo di Media Sosial (Medsos) Instagram, Senin (11/9/2017) malam.Ironisnya, pelaku ternyata berasal dari Palembang, inisial DI (20), warga Jalan Jepang RT 11 RW 3, Alang-alang Lebar, Palembang.
Dari informasi, Direskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Fana membenarkan penangkapan tersebut.Begitupun Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menyebut kalau DI dijadwalkan tiba di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, sore ini menggunakan pesawat.
Dia dibawa dari Palembang, tempat dia ditangkap.
Sekadar diketahui, penghinaan dengan kata-kata tak pantas dilontarkan akun Instagram @warga_biasa, yang diduga dikelola DI.Postingan menghina dibuat dalam bentuk foto meme, dimana Ibu Negara Iriana mengenakan hijab berwarna putih sambil mengangkat telapak tangannya menghadap ke kamera.
Tulisan yang menyertai foto meme ini sangat kasar dan tidak pantas.
“Ibu ini seperti P****UR pakai jilbab hanya untuk menutup aib. (Bukan Karena Iman) COMING SOON 2019”
Postingan tak sepantasnya ini menjadi viral di dunia maya dan membuat marah banyak netizen.
Bahkan kehebohan itu sampai ke telinga anak Jokowi-Iriana, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming.
Malah putra sulung Presiden Jokowi, Gibran bereaksi.
Melalui akun twitternya @Chili_Pari, Gibran berkomentar. Di luar dugaan, komentar Gibran sangat singkat.
“Biarin. Dimaafkan aja”.
Diketahui saat ini Akun @warga_biasa tersebut sudah hilang alias sudah tidak ditemukan lagi.Ketua RT 11 RT 11 RW 3 No 1088 Alang-alang Lebar, Palembang, Anas Efendi (63) menyebut kalau DI (21) dalam kesehariannya di masyarakat, dinilai sebagai sosok yang baik dan taat menjalankan perintah agama.
Bahkan dalam momen-momen besar seperti di bulan Ramadhan, kerap mengumandangkan azan di masjid.
“Dia anaknya baik, tidak ada yang aneh,” katanya, Selasa (12/9/2017).Namun Anas mengaku tidak tahu kalau ada penangkapan terhadap warganya, Senin (11/8/2017).
Dia baru tahu, setelah banyak wartawan yang mendatangi rumahnya guna meminta informasi, terkait penangkapan DI semalam.”Saya kecewa juga. Kan warga sini banyak yang bertanya. Tapi saya sendiri tidak tahu,” ujarnya.(sp/fil)





