Palembang.Newshanter.com, Bagi masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) ataupun warga Bangka Belitung, sosok pria ini tidak asing lagi.dia adalah Laksamana Muda TNI (Purn) Rosihan Arsyad, mantan Gubernur Sumsel masa jabatan 1998-2003. Hari ini RAbu (02/12/2015) bertempat di Hotel Arista Palembang sejumlah Wartawan di Sumsel akan membedang buku biografi H Rosuhan Arsyad’ bertajuk Roasuhan Arsyad Menerjang Ombak Menembus Awan.
DAlam buku ini, banyak kisah, kesan dan inspirasi yang bisa dipetik dari seorang Rosihan selama menjadi orang nomor satu di Bumi Sriwijaya tersebut.
Pria kelahiran Bengkulu, 29 Juli 1949, Ibunya berasak dari MInang dan Ayahnya Bengkulu ini memang dikenal sebagai penerbang di TNI AL. Dia menggantikan Gubernur Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Ramli Hasan Basri yang sudah dua periode menjadi Gubernur Sumsel. Dalam pemilihan, Rosihan mengantongi 26 dari 45 suara DPRD Sumsel.
Sosok Rosihan tiba-tiba mencuat di tengah pergolakan politik yang memanas pasca mundur Pak Harto. Oleh sebab itu, mantan Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat ini, seringkali dipredikati sebagai gubernur reformasi, yang diharapkan warga Sumsel dapat mampu mengubah berbagai paradigma yang melekat di masa-masa orde baru.
Peluncuran buku dan bedah buku “Menerjang Ombak Menembus Awan” ini, diprakarsai oleh para jurnalis di Palembang dan disponsori seorang pengusaha bidang Pendidikan Bapak H. Emil Rosmali, yang selama ini respek terhadap kepemimpinan Pak Rosihan. Pak Emil—demikian panggilan akrabnya—adalah Pemimpin Umum Media Islam As SAJIDIN dan MAKLUMATNEWS.Com.
Beberapa catatan yang bisa dipetik dari peluncuran buku ini, terutama sekali pengalaman wartawan koresponden daerah selama bergaul dengan Pak Rosihan. Bisa dihitung dengan jari, Rosihan Arsyad ketika menjadi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) 1998-2003, menolak wawancara dengan wartawan di daerah ini. Dan hampir tak ada istilah “off the record” jawaban Laksamana Madya Purnawirawan TNI AL ini, sepelik dan senakal apapun pertanyaan jurnalis di sini.(Zainal piliang)





