Polda Sumsel Petakan Daerah Rawan Konflik Pilkada Serentak

WAkapolda Sumsel Brigjend pol syaiful zachri / foto NHO/Alfa

Palembang.Newshanter.com.Wakil kepala polisi daerah (Wakapolda) Sumsel Brigjend pol syaiful zachri menyebutkan dari tujuh wilayah yang melaksanakan pilkada serentak pihakanya sudah memetakan daerah rawan konflik yakni kabupaten Ogan komering Ulu OKU dan kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). ” Hasil kaluklasi itu kita dapatkan dari tim intelijen polda sumsel yang sudah melakukan pengamatan dan investigasi sebelum pilkada serentak diselengarakan.”Ungkap Jendral Bintang satu ini Kepada wartawan Selasa (02/12/2015).

Dikatakannya, dua daerah tersebut masuk katagori rawan konflik karena melihat beberapa persoalan seperti al dari keadaan masyarakatnya yang dikenal tempramental dan memiliki kebiasaan membawa senjata tajam sebagai alat pengaman diri. Untuk itu, Dari hasil pemetaan wilayah yang akan melaksanakan pilkada serentak 9 desember mendatang pihaknya menerjunkan sekitar 4747 personil yang akan ditugaskan dalam bantuan kendali oprasi (BKO) Kepolisan resort (Polres) dalam penyelengaraan pilkada.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui di Sumsel 7 daerah yang akan menyelengarakan pilkada serentak 9 desember mendatang yakni yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musirawas Utara (Muratara), Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Ilir (OI), OKU Selatan, OKU Timur dan Musirawas “Kami juga sudah mempersiapkan 4000 personil cadanagan yang siap siaga jika terjadi konflik saat pilkada serentak digelar”imbuhnya. Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda N kiemas menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondisi agar tetap kondusif selama pilkada serentak digelar.

Selain itu, keponakan Taufik kiemas ini menyebutkan masyarakat dihimbau untuk mengantisipasi dan mewaspadai adanya peregrakan atau peregesara permainan jelang pilkada serentak diman adanya daerah yang terindikasi melakukan Politik Narkoba. “”Ada indikasi pergeseran metodelogi atau modus baru yang tumbuh selain politik uang yakni politik narkoba, karena indikasi ini dicurigai berdasarkan data-data yang dihimpun di lapangan. Ini sangat berbahaya sebab politik narkoba tumbuh di daerah yang rawan-rawan terhadap peredaran narkoba, jadi selain berkampanye menggunakan uang ada indikisai narkoba juga dibagikan di daerah tersebut,” ungkapnya.

Diakui Giri, sudah ada beberapa daerah peserta Pilkada di Sumsel yang telah dimasuki politik narkoba, khususnya daerah-daerah yang masuk kategori rawan narkoba. “Jadi modus ini sudah ada laporan masuk, jadi ada di daerah-daerah yang rawan, politik narkoba ini dimainkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Tidak hanya membagikan uang tetapi juga membagikan narkoba ini merupakan pergeseran modus baru dalam permainan Pilkada ini,”pungkasnya.(Alfa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *