Ruas Jalan Alternatif di OKI Disinyalir Diabaikan Pemeliharaannya

ERTUTUP RUMPUT --Jalan alternatif pinggir Sungai Komering Kelurahan Jua-jua menuju Desa Muara Baru Kayuagung kondisinya memperhatinkan, jalan tertutup rumput dan jembatan nyaris rusak, karena tidak ada perhatian pemerintah

KAYUAGUNG –Newshanter.com. Sepanjang ruas jalan alternatif dari Kelurahan Jua-jua menuju Desa Muara Baru Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sebagian hampir tertutup rumput serta jembatan penghubung nyaris tak bisa dilewati. Kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas terpaksa salah satu harus mengalah ketika berpapasan, Jumat (24/06/2016).

Jalan alternatif dengan menyelusuri pinggir Sungai Komering tersebut, sekarang ini jarang dilalui kendaraan. Selain rumput menutupi badan jalan, juga jembatan penghubung yang ada disana mengalami kerusakan yang membuat kendaraan mobil harus berhati-hati melintas. Jalan ini,bertahun-tahun tak ada perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Bacaan Lainnya

Padahal, pemerintah setiap tahun menganggarkan pembangunan jalan baru dan peningkatan ruas jalan baik itu di dalam kota maupun pelosok desa.Tetapi jalan tembus Kelurahan Jua-jua menuju Desa Muara Baru tidak ada perhatian sama sekali.Bertahan dan bisa dilewati jalan ini oleh warga sekitar, atas kepedulian warga yang tinggal di dataran pinggir sungai.

“Rumput dipinggir jalan ini, kalau tidak rajin tebas, bersihkan saya yakin tidak ada kendaraan yang melintas,” kata Yus Kunci warga Jua-jua panjang lebar, dirinya setiap tahun harus merogoh kocek untuk membayar warga membersihkannya, kalau tidak jalan akan tertutup rumput dan bisa menyebabkan kriminalitas, kejahatan.

Diungkapkan Yus, jalan aspal dipinggiran Sungai Komering ini, jalan pertama dibangun sebelum Jalan Lintas Timur (Jalintim) di depan kantor perhubungan. “Sebenarnya ini jalan lama, tetapi tidak ada perhatian dari pemerintah. Kalau saja, jalan ini tidak dibersihkan. Maka akan jadi semak belukar,” ujar Yus yang mengharapkan bantuan dari dinas terkait untuk bersama memperhatikannya.

Masih kata Yus, dirinya pernah bersama-sama warga sekitar untuk bergotong royong membersihkan ruas jalan yang ditutupi rumput. Tetapi tidak selamanya warga mau meluangkan waktu melakukan pembersihan.

Warga juga punya tanggungjawab untuk mencari nafkah dengan bekerja. Maka itu, dirinya harus mengeluarkan uang tidak sedikit membersihkannya.“Kalau sudah setiap saya keluar uang membersihkan jalan itu, lalu saya mau makan apa. Saya minta pemerintah bisa menganggarkan untuk pekerjaan tebas bayang setahun 2 kali agar jalan bersih dan bisa mengurai kemacetan di Jalintim OKI depan kantor Pemda OKI,” kata Yus mengharapkan pemerintah sedikit saja menaruhkan perhatian padabangunan yang ada, bukan terus membangun tetapi yang lama di tiadakan.

Camat Kota Kayuagung Dedy Kurniawan SSTP MSi mengatakan, pihaknya telah melakukan musyawarah terkait jalan alternatif Kelurahan Jua-jua menuju Desa Muara Baru. Jalan itu, sekarang ini masih dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan penahan badan jalan oleh Dinas PU Cipta Karya.

Untuk kebersihan jalan, sudah menjadi tanggungjawab bersama, dan terimakasih telah mengingatkan dan dalam waktu dekat akan dilakukan pembersihan. “Warga sendiri pernah mengajukan tebas bayang ke dinas, tetapi hingga sekarang belum ada tanggapan,” tutur Dedy yang segera
akan bergotong royong untuk membersihkan. (lim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *