RSUD Kayuagung klaim belum ada lonjakan ISPA

Kayuagung (OKI), newshanter.com — Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering mendominasi ketika musim kemarau tiba, terlebih ketika maraknya Karhutla yang sering terjadi.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat kabut asap tentunya membawa debu, bakteri, atau virus radikal bebas, kuman yang bertebaran dan rawan dihirup pernapasan, sehingga manusia rawan terkena ISPA.

Kendati Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan wilayah dengan memiliki ratusan titik hotspot dimana ancaman kebakaran hutan lahan yang sewaktu-waktu dapat saja terjadi amukan api, namun hingga sejauh ini, beberapa kebakaran yang telah terjadi, tidak berdampak timbulnya asap secara signifikan.

Dirut RSUD Kayuagung dr.Hj. Asri Wijayanti, M.Kes. melalui Humas RSUD Kayuagung Renny Qurniati SKep mengutarakan pihaknya mencatat dari Januari – Juli penderita ISPA hanya berjumlah 7 kasus.

Menurutnya, cuaca kemarau yang terbilang ekstrim di Bumi Bende Seguguk sepertinya tidak cukup mempengaruhi kesehatan warga.

“Tidak ada kenaikan kasus ISPA secara signifikan di wilayah kecamatan Kayuagung. Meski saat ini polusi udara sedang buruk. Hingga kini pasien terkena ISPA di RSUD Kayuagung hanya tercatat 7 kasus. Meskipun jumlah tersebut belum termasuk data dari berbagai faskes seperti Puskesmas pembantu desa, akan tetapi hingga saat ini belum ada pasien rujukan ISPA,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (04/9/2023).

Sedangkan terkait penyakit ISPA sendiri, menurut Reni polanya akan sama dari tahun ke tahun. Kasus itu akan mulai meningkat pada September lalu puncaknya di Oktober sampai November, kemudian kasusnya akan kembali turun sesudah Maret.

“Secara pola saat ini di Kota Kayuagung masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Memang ada kenaikan, tapi masih diambang normal, dan tidak menjadi angka tertinggi dibanding survelens lima tahun terakhir,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan mengantisipasi buruknya udara saat ini. Misalnya dengan memakai masker saat berada di luar ruangan.

“Baiknya menggunakan masker dan selama musim pancaroba ini kita jaga imunitas tetap baik dengan makan yang cukup dan bergizi. Istirahat yang cukup dan juga tidak stres dan tentunya rajin olahraga,” ucapnya.

Renny mengatakan, udara yang buruk merupakan salah satu faktor pencetus ISPA, karena saat ini sedang memasuki musim kemarau. “Kualitas udara di musim kemarau khususnya dari Juli, Agustus, hingga September cenderung memburuk. Kondisi ini juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. (Eka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *