Palembang,newshanter.com – Berganti nahkoda baru emban mandat walikota Palembang Harnojoyo kelola potensi zakat pegawai lingkup Pemkot senilai 4 sampai 5 miliar rupiah pertahun, walikota Palembang lantik ketua baru baznas kota Palembang periode 2021-2026 di kediamannya rumah dinas walikota Palembang.
Ketua baru Ridwan menggantikan Saim Marhadan sebagai ketua periode sebelumnya. Ridwan menyampaikan akan mengoptimalkan kinerja BAZNAS kota Palembang guna dapat menggarap potensi zakat baik dari lingkup ASN Pemkot Palembang ataupun zakat dari masyarakat kota Palembang.
“Jadi potensi zakat yang di sampaikan pak wali tadi untuk ASN di kota Palembang cukup besar kalau di kalkulasikan dari keseluruhan penghasilan 1.2 triliun itu kalau di ambil 2.5 persen lebih kurang 2.4 miliar, sedangkan capaian sekarang ini baru perbulannya 400 juta, target harus lebih baik lagi dari 400 bagaimana bisa sampai 1miliar”, kata Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan menyampaikan di kepimpinannya juga akan mengoptimalkan kembali unit pengumpul zakat yang beredar di setiap masjid di kota Palembang.
“Kami ada kebijakan membentuk UPZ setiap masjid karena itu ada aturannya jadi unit pengumpul zakat itu harus benar-benar terdaftar di BAZNAS kota Palembang, karena dengan kita kerjasama membentuk UPZ UPZ di setiap masjid tadi zakat infak sedekah dari masyarakat bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya “, ungkapnya.
Sementara itu, walikota Palembang menyampaikan harapan nya kepada BAZNAS kota Palembang dengan kepemimpinan yang baru dapat selama 5 tahun kedepan, dapat di percaya oleh masyarakat Palembang dalam menyalurkan zakat mereka. Dan meminta kepada BAZNAS kota Palembang agar dapat berkerjasama dan berkoordinasi dengan Pemkot Palembang dalam menjalankan tugas dan mengembangkan program yang ada di BAZNAS kota Palembang.
“kami berharap ya, jadi dengan keberadaan organisasi ini supaya diketahui masyarakat diketahui masyarakat dan dipercaya itu yang paling penting”, katanya.
Bahkan di tengah teknologi yang terus berkembang, harnojoyo berharap BAZNAS kota Palembang dapat memanfaatkan teknologi seperti transaksi zakat dapa di lakukan dengan scan barcode, sebagai bentuk kemudahan pelayanan.
“Baznas dalam teknologi yang tinggi, bila perlu gak harus datang ke Baznas. Melalui teknologi bisa scan Barcode melalui HP sehingga dia bisa bayar zakat itu bisa di manfaatkan”, ucapnya. (derla)





