Pinki Rani Dari India Raih Jawara Tinju Kelas Dunia , Senang Selama Berada di Palembang

Foto NHO/Rizky AF
foto NHO /Rizky AF
foto NHO /Rizky AF
Foto NHO/Rizky Ananda Febrian
Foto NHO/Rizky Ananda Febrian
Foto NHO/Rizky AF
Foto NHO/Rizky AF
Foto NHO/Rifky AF
Foto NHO/Rifky AF

Palembang.Newshanter.com, Kejuaraan tinju amatir Internasional berlabel President Cup XXII  yang dibuka dibuka Menpora, Imam Nahrawi di Palembang Sport Convention Centre (PSCC) Palembang,Jalan POM IX Palembang, Senin (20/4/2015). Sabtu (24/04/2015) malam oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Tim dari India keluar sebagai Juara Umum.

Acara penutupan kejuaraan bertingkat Internasional yang dikuti puluhan Negara, seperti Banglades, Australia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Mesir, Butan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Philipina, Qatar, Singapura, Suriah, China Taipeh, Thailand, Kamboja, India, Hongkong, Sri Langka, Mauritius, Rusia, dan Myanmar. Berlangsung sepi minim pemberitaan, tidak seperti acara kejuaraan lainnya yang selalu ramai dalam pemberitaan baik cetak maupun elektronik atau media online

Sementara itu Dua dari 50 petinju wanita asing berhasil menjadi juara di kejuaraan tinju amatir internasional Piala Presiden 2015 di Palembang Sport and Convention Center, Jalan POM IX  Palembang, 19-25 April 2015.Adalah Pinki Rani dari India yang mejadi juara di kelas 51 kg. Pinki mengalahkan petinju Mongolia, Nandinsetseg 2-0. Sedangka Anastasia Belyakova dari Rusia yang menjuarai kelas 60 kg.

“Saya senang bisa menjuarai ini. Lawan paling berat mungkin ketika di semifinal (Petinju Thailand, Sopeda Sathumrum),” kata Pinki usai kepada CNN Indonesia, pengalungan medali, di Palembang, Sabtu (25/04/2015).

Perempuan berusia 24 tahun itu mengaku dirinya telah menggeluti tinju sejak belia, tepatnya sepuluh tahun lalu. Buah kerja kerasnya telah menghasilkan sebuah medali perungu di ajang Commonwealth Games di Glasgow, Skotlandia, tahun lalu. “Saya kira ini olahraga yang sangat menantang,” ujar Pinki yang mengaku baru pertama kali ke Indonesia. Ketika ditanya kesan di Palembang PInky mengaku orang Palembang ramah ramah ia merasa senang selama berada di Palembang. Bahkan Pinki sempat mencicipi martabak HAR alias martabak india.

Pinki yang mengaku juga bekerja di bidang administrasi perusahaan kereta api India itu berharap bisa lebih maksimal di kompetisi internasional selanjutnya, terutama Olimpiade. Sementara Belyakova yang baru berusia 21 tahun terlihat santai meski menjadi pemenang di partai final melawan petinju Vietnam Luuthi Duyen 3-0.

Sebelumnya, Belyakova juga berhasil menjuarai Kejuaraan Tinju Amatir Dunia perempuan kelas welter 64 kg tahun lalu, di Jeju, Korea Selatan. “Saya tertarik dengan dunia tinju. Lalu saya ikuti latihannya dan mendapat kesempatan bertanding di pertandingan internasional,” kata Belyakova yang tercatat sebagai mahasiswa universitas olahraga di negara asalnya.

Belyakova mengaku didukung orang tuanya untuk serius di dunia tinju. Sebagai perempuan, ia tidak merasa menjadi petinju itu mengganggu.Sementara itu nasib kurang baik dialami rekan senegara Belyakova, Zinaida Dobrynina. Dobrynina gagal mengalahkan lawannya dari Thailand, Tassama Lee Thong San.

Dobrynina kalah 1-2 di kelas 57 kg putri. Bagi Dorbynina, kekalahan itu akan menjadi pengalaman menghadapi kejuaraan internSional lainnya.Terlepas dari kekalahannya, perempuan yang merupakan peringkat pertama peringkat tinju amatir putri kelas 57 kg versi AIBA (per 3 Desember 2014), senang bisa datang ke Indonesia. Berbicara tentang pertandingan final Piala Presiden, Dobrynina menilai itu laga yang sengit.

Menurutnya, ia sudah memenangkan setidaknya 42 pertandingan. “Kurang lebih sepuluh medali emas untuk pertandingan internasional,” ujar perempuan berusia 24 tahun.

Sama halnya seperti yang dialami Pinki dan Belyakova, Dobrynina tak akan bisa melangkah sejauh ini tanpa restu keluarga. Baginya, tinju tidak mengganggu walaupun dirinya adalah seorang perempuan dan berstatus istri. “Saya masih bisa memiliki rambut panjang, sama seperti perempuan-perempuan umumnya,” katanya berseloroh.

Dobrynina mengaku lahir di sebuah keluarga besar (empat bersaudara-dua pria, dua perempuan) yang hidup dari tinju. “Ya karena papa saya pelatih tinju. Tapi sekarang hanya tinggal saya yang meneruskan dengan dukungan suami tentunya,” ujarnya mengakhiri.(Za/CNNI.NHO)

 

Foto NHO/Rizky Ananda Febrian Pinki Rani Mengangkat Kedua Tangannya sebelum menerima mendali
Foto NHO/Rizky Ananda Febrian
Pinki Rani Mengangkat Kedua Tangannya sebelum menerima mendali
Foto NHO/Rizky AF
Foto NHO/Rizky AF
foto NHO/Rizky AF
foto NHO/Rizky AF
Tim Dari India Juara Umum/Foto NHO Rizky AF
Tim Dari India Juara Umum/Foto NHO Rizky AF

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *