Nenek Darinas (86) Dirampok dan Dibunuh, Pelaku Mengambil Cincin Emas Dua mas

Ilutrasi

LIMAPULUH KOTA.Newshanter.com.- — Masyarakat Jorong Ampang Gadang, Nagari VII Koto Talago, Keca­matan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. Sumatera Barat (Sumbar) dibuat men­ce­kam akibat  aksi perampokan . Korbannya, seorang nenek, Darinas (86). Ia tewas setelah perampok menyumpal mulutnya. Tak hanya itu, anak korban, Wirdalis (55), sempat disekap. Sete­lah leluasa, pela­ku menjarah perhiasan emas korban.

Peristiwa naas itu, diper­kirakan terjadi pukul 02.30 WIB, Jumat (24/04/2015). Menurut Wirdalis, ia tidur di kamar terpisah dengan ibunya. Ketika malam sudah semakin larut, tidurnya terusik karena men­dengar suara gaduh.

“Saya terbangun, karena men­dengar bunyi kucing berkelahi dan heboh. Lantas saya ingin melihat keluar. Baru saja saya buka pintu kamar, ternyata sudah berdiri seseo­rang pakai sebo dan langsung men­cekik leher saya dan menyeret saya ke ruang tamu. Ketika itu saya lansung diikat dengan kain pada kaki dan tangan saya. Kemudian mulut saya disumpal dengan lakban.

Ditemui Haluan di kedia­man­nya, Wirdalis masih terlihat syok atas tekanan yang ia alami sepanjang malam naas itu. Belum lagi ibunya yang tewas akibat ulah pelaku. Wirdalis bertutur lagi begitu ia disekap, pelaku mengambil emas yang ia kenakan di jari bernilai 2 mas. Lalu, anting di telinganya juga ikut dipreteli pelaku.

“Saya benar-benar syok, ketika lelaki itu memperlakukan saya dengan kasar,” katanya.

Karena kaget, bahkan Wirdalis juga tidak mengetahui secara persis apakah kepalanya dipukuli dengan pisau atau dengan benda tumpul. Akibatnya, ia mengalami memar di bagian bawah mata kirinya. Sedang­kan tangan kirinya persis dekat jari manisnya yang dihiasi cincin emas luka, diduga pencuri dengan paksa mengambil emas di jarinya.

Wirdalis sendiri baru menge­tahui kepalanya terluka saat masya­rakat sudah berdatangan ke rumah­nya sekitar pukul 04.00 WIB. Pada­hal rumah korban, terletak di te­ngah-tengah antara dua rumah lainnya.

“Saat itu, saya tidak bisa berbuat banyak. Saya berupaya terus men­coba untuk melepaskan ikatan kain di tangan ini dan berhasil. Ingatan saya satu-satunya ada ibu. Saya langsung melihat ibu di kamarnya. Firasat saya, ternyata benar, ibu sudah meninggal. Melihat kejadian itu, saya langsung keluar dan memin­ta tolong tetangga, Idar,” tuturnya.

Saat itu, tetangga langsung ber­datangan. Idar juga langsung menel­pon warga lainnya termasuk dokter dari Puskesmas Ampang Gadang. Wirdalis mengaku tidak melihat pasti berapa orang jumlah kawanan pencuri itu. Namun ia mem­per­kirakan sekitar 3 atau 4 orang.

Diterka-terkanya, kawanan pe­ram­pok itu, masuk melalui belakang rumah dekat dapur. Dengan mem­bongkar kawat pembatas, dan juga menggunakan jalur itu sebagai k­e­luar lewat belakang.

“Usai kejadian itu, saya men­dengar bunyi mobil perampok itu,” katanya sembari terus menangis melihat jasad ibunya.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Triwahyudi, Kasat Reskrim AKP Amral dan Kapolsek Guguak, Iptu Oknopilindo, menyebut pihak­nya langsung melakukan olah TKP begitu mendapat laporan. Usai sedikit bertanya dan mengurangi jumlah pengunjung, petugas mema­sang garis polisi.

“Hasil olah TKP petugas kita, kawanan pecuri masuk dari bagian belakang rumah. Kemudian lang­sung menuju kamar Darinas. Diduga dia menutup mulut korban hingga meninggal. Kemudian menyekap anaknya,” ungkap Kapolres melalui Kapolsek Iptu Oknopilindo, Jumat (24/04/2015). Kapolsek menduga, kawanan maling itu berjumlah sekitar 3 orang, dan masuk ke dalam rumah dengan memakai sebo. Namun begitu, polisi sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku.

“Kita menduga pelaku berbadan tinggi dan tegap, namun kita akan terus menyelidiki, dan kita terus mencari pelaku,” janjinya.

Siangnya, jenazah Darinas yang diduga meninggal karena terkejut langsung dikebumikan. Ratusan pelayat, termasuk dari pemerintahan kecamatan, datang membezuk. Hingga kini, kasus itu masih dalam penyelidikan kepolisian. Belum terhitung jumlah kerugian. (HL/MHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *