Bangkinag Kota, newshanter.com – Plt Bupati Kampar yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kampar Ir. Nurhasani, MM menghadiri pelantikan Ketua dan Pengurus Himpunan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Kampar periode 2016-2020 oleh Ketua Himpaudi Provinsi Riau di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Kampar. Selasa (22/1)
Dalam sambutan Asisten Administrasi Umum mengatakan bahwa organisasi himpaudi merupakan organisasi independen yang menghimpun unsur pendidikan dan tenaga pendidikan usia dini untuk itu diperlukan orang-orang pilihan di bidang pendidikan khususnya pendidikan usia dini.
“Saya yakin pengurus yang di lantik pada hari ini adalah orang-orang pilihan yang berperan menjadi panutan, pemimbing, pengasuh dan fasilatator bagi anak usia dini,” ujarnya.
Asisten berharap organisasi-organisasi yang ada di kabupaten kampar benar-benar dapat menjalankan fungsinya sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan SDM generasi penerus yang dimulai sejak dini dan sangat mengharapkan organisasi dapat menjadi wadah bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk saling asah, asih dan asuh dalam rangka meningkatkan mutu program pendidikan anak usia dini.
“Saya mengucapkan selamat atas di lantiknya pengurus Himpaudi Kabupaten Kampar pada hari ini, mudah-mudahan kepengurusan yang telah di bentuk ini betul-betul tim yang sholid yang dapat memegang amanah dalam mengorganisir tenaga pendidikan Paud di Kabupaten Kampar,” Ujar Nurhasani
Ketua Himpaudi Provinsi Riau Ketua Sri Wayuni SE, usai melantik mengatakan bahwa sebernanya Himpaudi di kabupaten kampar ini sudah ada tahun 2016 tapi pada tahun ini baru bisa di lantik karena tahun kemaren kampar tidak dapat dana APBN nya, hal ini disebabkan belum adanya pelantikan atau pembentukan struktur yang sah.
“Tetapi kami masukan di tahun 2016 itu nama nya EJB, kalau kita mau dapat dana APBN harus ada yang SK pelantikan karena syaratnya adalah SK kalau tidak ada SK tidak dapat dana APBN nya mudah-mudahan 2019 akan dapat dana APBN tersebut”.ucap Sri Wahyuni
Dijelaskannya, tantangan pendidikan anak usia dini sangat besar kalau di lihat dari mutu didik, mutu lembaga paud, keterlibatan keluarga dalam paud, orentasi dalam pembelajaran dari paud cendrung fokus dalam kalistum bernuansah akademik dan lemah dalam pembelajaran untuk membangun sikap dan mental positif di lihat dari sisi mutu gurunya.
“Menurut standar nasional pendidikan seharusnya guru paud baik formal dan non formal minimal S1 paud atau pisikologi dan pendidikan tapi ada kebijakan dari pemerintah yaitu dengan adanya diklat, untuk kampar ini sudah tuntas sikap dasarnya”.ujar Sri
Persoalan kwalitas pogram dalam lembaga paud menunjukan baru 1,4% paud yang sudah teregritasi kepada lembaga-lembaga yang ada.”Yang sudah akreditasikan itu dari 183.647 lembaga paud yang ada 1/3 anak usia sampai 6 tahun yang belum mendapatkan paud.
Dijelaskannya, Himpaudi sebagai wadah pendidik dan tenaga pendidikan anak usiah dini telah menunjukan dedikasi dan komitmennya pada saaat ini himpodi pendidik di semua provinsi kabupaten kota dan sebagai besar kecamatan di indonesia saat ini terdapat kesenjangan kebutuhan lembaga paud yang mata besat jumlah lebaga paud yang ada 174.367 paud kebutuhannya 551.779 lembaga ini terus di desak pemerintah sehingga sejalan dengan pendididkan paud meningkat dengan pesat.
Turut Hadir dalam acara tersebut Kepala Kementrian Agama Drs. H Alfian ,M.Ag, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kampar Juli Mastuty Yusri, Sekretaris Himpaudi Provinsi Riau Dra. Hj. Army Surya Julias Tuty, M. Pd, serta seluruh anggota Himpaudi Kabupaten Kampar.
Sumber :Humas/era





