Pengerjaan Trotoar di Aur Birugo Bukitinggi, “Diduga Proyek Siluman”

Trotoar Yamg Temgah di Perbaik/ Foto Subar Today. Co.id

Bukittinggi,Newshanter.com.Sebuah proyek pengerjaan perbaikan trotoar yang berada di kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kelurahan Birugo Bukittiggi, tepatnya di Jalan Hafit Jalil dianggap tidak memenuhi syarat dan prosedur.

Pasalnya proyek yang membentang dari simpang jembatan besi Tarok Dipo hingga simpang lampu merah Birugo ini tidak memiliki plang tanda pengerjaan proyek seperti yang seharusnya sehingga tidak diketahui siapa kontraktor pelaksana dan konsultan pengawasnya, serta berapa anggaran daerah yang dihabiskan dalam proyek ini.

Sehingga masyarakat yang bertindak sebagai kontrol sosial sulit mengontrol pengerjaan proyek ini ucap “AS” selaku tokoh masyarakat kepada awak wartawan seperti dilansir Sumbartoday.

Selain itu “AS” menambahkan proyek pengerjaan trotoar ini tidak memenuhi syarat karena pasir yang digunakan bukanlah pasir hitam atau pasir kali seperti yang seharusnya melainkan menggunakan pasir putih yang biasa digunakan sebagai tanah timbunan.

Pada saat pengadukan semen dan pasir pun tidak ada takaranya, dengan kualitas seperti ini kota Bukittinggi yang sudah mengeluarkan banyak anggaran dan masyarakat sebagai pengguna trotoar sudah dirugikan oleh kontraktor, apakah ini proyek siluman, atau apakah ini memang sudah peraturan dari Dinas Pekerjaan Umum kota Bukittinggi tanya AS dengan geram kepada Sumbartoday.co.id.

Selain itu para pekerja juga mengeluhkan bahwa gaji yang merupakan hak mereka belum dibayarkan oleh pihak kontraktor.

Saat dimintai keterangan tentang polemik keluhan masyarakat terhadap proyek ini Kontraktor pelaksana yang tidak diketahui namanya ini enggan memberi keterangan serta informasi kepada Sumbartoday.co.id.

Menurut keterangan tambahan dari masyarakat yang tidak mau namanya disebutkan pengawas proyek ini bernama Fauzan ST, Kabit JJI (jalan, jembatan Besi, dan Irigasi) Dinas Pekerjaan Umum Kota Bukittinggi, saat dihubungi melalui telepon seluler Fauzan bersedia bertemu di lapangan tempat pelaksanaan proyek pada hari Senin 2 September 2019 namun setelah ditunggu-tunggu Fauzan malah tidak hadir dilapangan tanpa ada konfirmasi dan keterangan sedikitpun.

Tentunya hal ini sangat mengecewakan dan suatu sikap tidak patut untuk di contoh yang ditunjukan oleh seorang pegawai negeri sipil seperti Fauzan.( Sumber : Sumbar Today)

 

Pos terkait