Pendistribusian Blangko KTP-el Sumsel Terlambat dari Pusat

kadisdukcapil-sumsel-dra-hj-septiana-zuraida-zamzami-sh-msi

PALEMBANG -Newshanter.com, Kadisdukcapil Sumsel Dra Hj Septiana Zuraida Zamzami SH MSi menyatakan pendistribusian blanko KTP-el dari pusat ke Provinsi Sumsel baru selesai hari ini.Menurutnya, seluruh blanko KTP-el didistribusikan dari pusat ke Provinsi Sumsel dengan dana DAK telah selesai hari ini di 17 kabupaten/kota.

“Namun untuk diketahui masyarakat, keterlambatan pendistribusian dari pusat.Karena baru dikirim dari Jakarta dan nyampenya di DisdukcapilProvinsi baru H-1 lebaran Idul Adha.

Kita baru nyiapkan adm karena pendistribusian KTP-el ini ada SK Gubernur,” ungkap Dra Hj Septiana Zuraida Zamzami SH MSi, Kamis (7/9/2017).Dalam SK Gubernur itu ada tim yang terlibat seperti ombusman, Kesbangpol, Pol PP, Tim yang bekerja di Disdukcapil.

“Barangnya baru nyampe H-1 lebaran. Sementara jarak tempuh ke Kabupaten itu jauh.Harapan masyarakat tidak bisa terpenuhi oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri (Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SHMH).

Yang dimintakan pembersihan data dari KPU Desember 2017 ini.

Kita Provinsi Sumsel berharap banyak kepada Dirjen seperti apa yang telah disampaikannya pada Rapat Teknis (Ratek) lalu di hadapan seluruh KPU dan dan gubernur yang berjanji bahwa blangko KTP-el tersedia sebelum akhir Desember 2017.

Seperti diketahui di Sumsel ada 9 Kabupaten/Kota dan ProvinsiSumsel menggelar Pilkada.Dengan demikian tentunya Provinsi Sumsel berharap banyak dengan Bapak Dirjen,” papar Ana.KPU mengharapkan pada Desember 2017 sudah ada pembersihan data.

Namun Ana menyatakan pihaknya tidak bisa memastikan karena blangko sedikit tidak sesuai dengan yang dijanjikan Dirjen.Kadisdukcapil Provinsi Sumsel memberikan pemberitahuan kepada seluruh Kadis Dukcapil se-Sumsel.

“Setelah saya mencermati distribusi blanko yang lambat ini sampai ke kabupaten/kota maka sebagai penanggung jawab akhir layanan adminduk saya memutuskan bahwa untuk distribusi blanko yang akan datang, tiap-tiap kabupaten/kota boleh langsung ambil ke pusat.

Ini evaluasi saya karena sampai dengan hari ini masih ada 10 kabupaten/kota yang belum terdistribusi sampai lokasi. Saya hari ini sampai dengan besok akan turun ke Sumsel untuk memonitor langsung,” kata Ana.(sp/01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *