KAYUAGUNG,Newshanter.com– Terjadinya pembongkaran kuburan di Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (05/08/2015) , menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda).
Kuburan yang dibongkar pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) itu, milik orang tua dari Endit yang meninggal 8 tahun silam bernama Basri bin Bedul. Terjadi pembongkaran secara mendadak itu, karena diketahui anak almarhum, Endit tidak mendukung calon kades Desa Ulak Jermun nomor 2, Sukarman alias Ujang yang mengunguli lawannya. Endit mendukung calon kades Nomor 1, jawariah yang kalah.Tim sukses kades yang menang Suparman beserta isrinya Maswati mendesak kuburan almarhum Basri bin Bedul orang tua Endit harus dibongkar.
Bupati OKI H Iskandar SE melalui Kabag Humas dan Protokol Dedy Kurniawan SSTP, Kamis (06/08/2015) mengatakan, kita cukup menyayangkan kejadian tersebut terjadi, karena sesungguhnya pemilihan kepala desa (Pilkades) adalah wujud demokrasi ditingkat desa.
Demikian, harapan pemerintah agar capaian demokrasi ditingkat desa tidak memutuskan hubungan silaturahmi para pemilih yang berbeda pilihan. Mengenai insiden penggalian kuburan yang terjadi kemarin kita akan komunikasikan melalui camat dan tokoh masyarakat setempat termasuk tokoh agama. Hal tersebut jangan sampai kejadian ini berdampak meluas apalgi menimbulkan potensi konflik horizontal.
Terpisah, Camat SP Padang Iskandar Zulkarnain menyebutkan, sehari sebelum pelaksaan pilkades Desa Ulak Jermun. Kedua tim sukses pilkades dari Nomor 1 Jawariah dipegang Endit dan Nomor 2 Sukarman alias Ujang dipegang Suparman, mereka sempat bertemu dan disaksikan warga. Endik yang merasa Nomor 1 bakal menang sesumbar dengan Suparman, kalau pilihannya kalah dirinya siap membongkar kuburan orang tuanya, alm Basir bin Bedul yang berada di lahan Suparman.
“Saya siap memindahkan kuburan orang tua kami kalau calon yang kami usung kalah,” kata Iskandar menirukan perkataan warga. Endit seakan termakan janji sendiri sehingga harus merelakan kuburan orang tuanya harus dibongkar dan dipindahkan dibantu warga desa.
Jadi, terjadinya pembongkaran makam orang tua Endit itu, mengingat Endit malu dengan janjinya. Sehingga harus membongkar kuburan orang tuanya. “Kedua tim sukses kades ini, sesumbar kalau nomor 1 kalah, Endit akan bongkar kuburan orang tuanya yang dikubur diatas lahan pemakan milik Suparman, tim sukses,” kata camat.
Masih kata Camat SP Padang, mengenai pemenang, pemilihan Kades Ulak Jermun belum bisa dipastikan siapa yang menang karena masih dalam proses sengketa karena diduga ada kecurangan.
“Kalau penghitungan kemarin memang calon kades Sukarman dinyatakan menang dengan selisih 17 suara dari Jawariah, akan tetapi ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh kades yang menang tersebut berdasarkan laporan dari tim Jawariah,” ungkapnya.
Untuk itu kata camat, saat ini hasil pilkades di desa tersebut masih dalam proses. “Karena ada indikasi kecurangan, belum dipastikan nomor 2 menang. Nanti kalau semua proses selesai baru tahu siapa yang menang,” jelasnya. (lim)





