Parade 100 Jelang Asian Game 2018 Meriah ” Diikuti Presiden RI Pertama”

PALEMBANG–Newshanter.Com. Parade peringatan 100 hari menjelang Asian Games 2018, dimeriahkan oleh 80 tim dengan total 2018 peserta, Minggu (13/5/2018).Para peserta berasal dari berbagai instansi pemerintahan, lembaga Bank, komunitas hingga pelajar dan masyarakat umum.Semua peserta menggunakan pakaian unik dan heboh. Ada yang bertemakan olahraga, legenda di masyarakat hingga seragam instansinya masing-masing.

Karnaval dibuka Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin didampingi Walikota Palembang Akhmad Najib.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan gelaran Asian Games harus digaungkan dan digemakan sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo. “Karnaval ini salah satunya. Karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya event ini,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk dapat menyukseskan pelaksanaan Asian Games. Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Provinsi Sumsel sudah
memiliki kawasan olahraga yang berstandar Internasional. Ditambah lagi
dengan adannya infrastruktur pendukung, salah satunya adalah Light Rail Transit (LRT).

“Jadi kalau mau ke Jakabaring naik bae sepur di pucuk (LRT). Berangkat kito langsung ke JSC, Kota olahraga berstandar Internasional. Hanya satu di dunia ini kota olahraga dengan 20 venue berstandar internasional di tengah kota,” ucap Alex bangga.

Sementra itu Pjs  Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan parade 100 Hari Jelang Asian Games digelar dalam rangka menyosialisasikan Asian Games yang akan digelar di Palembang dan Jakarta, pada Agustus mendatang.

“Tujuan acara ini agar sosialisasi Asian Games lebih meningkatkan partisipasi masyarakat lagi. Jadi memang kita ingin masyarakat Sumatra Selatan merasakan demam Asian Games,” ujarnya.

Menurut Najib, masyarakat Palembang harus ikut antusias menyambut gelaran Asian Games ini. “Karena ini momen langka, akan banyak tamu hadir di Palembang ini,” imbuhnya.

Najib mengatakan, Asian Games membawa dampak positif bagi Kota Palembang. Perekonomian meningkat dan infrastruktur dibangun di Palembang. “Ini semua berkah Asian Games yang patut kita syukuri,” jelasnya.

Selain karnaval, dalam parade itu juga dilakukan penekanan tombol hitung mundur pelaksanaan Asian Games di Palembang.

Sekjen INASGOC, Eris Herryanto mengaku persiapan Sumsel untuk Asian Games sangat luar biasa. Termasuk, partisipasi masyarakat di Sumsel untuk menyambut kegiatan yang akan dihadiri oleh 45 negara itu.

“Persiapannya sangat luar biasa, saya merasa yakin bahwa Asian Games di Palembang ini akan berjalan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Eris mengatakan tidak ada penekanan khusus untuk persiapan Sumsel jelang Asian Games. Kini tinggal terus mempromosikan Asian Games ke seluruh lapisan masyarakat.”Ini sesuai dengan instruksi presiden untuk demamkan Asian Games seluruh masyarakat di Indonesia,” tandas Eris

Presiden RI Pertama

Dari pantauan Newshanter.com. di lapangan dari sejumolah peserta karnaval satu yang mencuri perhatian. Yakni, rombongan Palembang Onthel Community (POC) yang dinaungi oleh Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sumsel.Mereka menggunakan sepeda jadul, lengkap dengan seragam bak prajurit Jepang dan Belanda zaman dulu.

Rombongan itu dipimpin oleh Suyoto Witno, yang berdandan mirip Presiden Pertama Indonesia Soekarno.

Suyoto mengaku, mereka sudah jauh-jauh hari mengumpulkan sepeda guna meramaikan parade tersebut. Bahkan sepeda jadul tersebut original, dikumpulkan dari beberapa tempat.

“Ada yang dari Pertamina, peninggalan-peninggalan daerah terutama sepeda yang ditinggalkan oleh Belanda dan Jepang saat penjajahan dulu,” ujar Suyoto usai acara.Bersama rekan-rekannya sebanyak 29 orang, mereka mengikuti parade untuk mendemamkan Asian Games 2018.

Mereka bersepeda mulai dari Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel, melewati Jalan Kapt. A. Rivai hingga ke titik finish di depan Rumah Dinas Walikota Palembang.Ia mengatakan, saat ini masyarakat terutama di lapisan bawah belum menggelora semangat untuk menyongsong event empat tahunan itu.

Padahal sebagai salah satu tuan rumah sesudah Jakarta, gaung pagelaran tersebut harus benar-benar terasa di seluruh masyarakat.”Sosialisasi kepada masyarakat harus lebih diseringkan lagi. Agar masyarakat bisa lebih siap,” katanya.Sehingga, masyarakat akan sadar dan berbenah sebagaimana menjadi tuan rumah yang baik. Apalagi melibatkan 45 negara dari Asia, citra positif Indonesia ditentukan dari sikap masyarakatnya yang ramah dan lingkungan yang cantik.

“Sarana prasarana sudah maju. Tinggal kita sebagai masyarakat menjaga kebersihan, bikin nyaman dan kulinernya harus terjamin bersih,” jelasnya.(sp/fil)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *