Mengenal Kyai Budi Keker dan Cek Nia Keker, Konten Kreator Asal Palembang

Palembang, newshanter.com – Sosok Budi Cahyadi Akhmad yang biasa di kenal dengan panggilan Kyai Budi Keker dengan sang istri Rizki Kurniati Soputan yang dikenal dengan panggilan Cek Nia Keker mungkin tidak asing bagi masyarakat kota Palembang yang sering seliweran di beberapa media sosial dengan konten- kontes lucu dan juga konyol seperti Instagram,Facebook, tiktok, youtube maupun Snack video .

Sosok suami istri ini adalah Konten kreator Asal Palembang yang saat ini banyak di sukai warga Palembang karena banyolannya ternyata kegiatan sehari-hari nya bekerja sebagai pegawai honorer di Pemkot palembang.

Menurut kyai Budi saat di wawancara mengatakan bahwa, awal mulanya iseng karena konten tentang suami istri belum banyak ada di Palembang.

Setelah membuat beberapa konten, ternyata banyak komunitas yang melirik keberadaan kami. Sampai saat ini Cek Nia Keker dan Kyai Budi Keker tergabung dibeberapa organisasi atau komunitas di Palembang seperti Paski Sumsel, Komunitas Youtuber Sriwijaya (KYS) PAKAR (Paguyuban Kelakar) dan komunitas seni lainnya di Palembang.

Dari hobi ngonten ini Alhamdulillah hobi jadi hoki. Bermula dari ngonten, akhirnya kami banyak mendapatkan tawaran endorsement, MC, dan pembuatan video seperti vlog, konten kreatif dan film pendek. Untuk hasil yang didapat lumayan bikin betah untuk terus berkarya.”

“Konten paling viral yakni parodi kasus $ambo ketika “saksi susi selalu tidak tau” dengan view 3,7M di tiktok Cek Nia Keker ,” katanya.

Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh pasangan suami istri ini adalah meraih Juara 1 lomba HUT PGRI Tingkat Kota Palembang, Juara 1 Film Pendek lomba HUT PGRI Tingkat Sumsel, Juara 1 Film Dokumenter dari Dina Kebudayaan Sumsel, Peringkat 1 vlog Anti Korupsi dari Kejaksaan Sumsel.

Alhamdulillah di HUT Bhayangkara ke77 kemarin kita juga mendapat kan juara 1 konten kreatif film pendek yang di perankan oleh Cahya Banyu dan Nayra Putri dengan judul polisi baik .

Konten-konten videonya yang menarik dan juga lucu di Sosial media seperti IG, tiktok dan Fb yg mereka gunakan untuk memposting konten – konten menariknya yang lucu dan jugo konyol banyak di sukai oleh masyarakat dari kalangan baik remaja, yang sudah berkeluarga hingga orang dewasa,” katanya.

Untuk Nama ” keker ” sendiri tambahi awalnya mulanya kami ini media kecamatan, meliput kegitan camat dan potensi yg ada di kecamatan, ketika itu setiap ketemu dengan warga yg ada di sekitar saat kita meliput potensi wilayahnya, mereka selalu manggil ” nah ini dia cek keker sama budi keker dari situlah ada nama keker di ujungnya.

“Dan nama “Kyai ” sendiri karena Kyai budi keker ini ada darah komering juga, jadi di tambahin dengan panggilan Kyai. Bukan kiyai ustadz tapi kyai adalah panggilan Kakak dari suku komering Untuk Cek Nia sendiri “Cek” sendiri panggilan Kakak perempuan bagi orang Palembang kalau asal sendiri cek Nia ini orang Manado suku Minahasa Sulawesi Utara karena nikah sama wong Palembang jadi “Cek,” ucapnya sambil bercanda.

Dari hobi ngonten ini Alhamdulillah hobi jadi hoki. Bermula dari ngonten, akhirnya kami banyak mendapatkan tawaran endorsement, MC, dan pembuatan video seperti vlog, konten kreatif dan film pendek. Untuk hasil yang didapat lumayan bikin betah untuk terus berkarya,” tutupnya. (febri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *